Dari Penjara, Napi Bisa Bikin Order Fiktif Beli Sembako hingga Rugikan Toko Puluhan Juta Rupiah

Penipuan bermodus order fiktif terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur. Korbannya adalah pemilik Toko Barokah.

Editor: Ifa Nabila
indianexpress.com
Ilustrasi penjara. Penipuan bermodus order fiktif terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur. Korbannya adalah pemilik Toko Barokah. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM  - Penipuan bermodus order fiktif terjadi di Kota Madiun, Jawa Timur.

Korbannya adalah pemilik Toko Barokah.

Toko tersebut terletak di di Jalan H Agus Salim, Kota Madiun.

Baca juga: Pantau Chat Facebook Istri setelah Pisah Ranjang, Suami Bunuh Istrinya karena Cemburu

Akibatnya, korban mengalami kerugian lebih dari Rp 41 juta.

Kasus tersebut telah dilaporkan pemilik Toko Barokah, Deddy Santoso ke polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap pelaku merupakan narapidana Lapas Pemuda Kelas II-A Kota Madiun.

Dedy menceritakan, kasus tersebut bermula ketika ada pesanan online melalui chat WhatsApp yang terjadi pada tanggal 19 dan 20 Juni lalu.

Baca juga: Remaja 14 Tahun Sudah Jadi Muncikari Jual ABG Lain ke Pria Hidung Belang, Pasang Tarif Rp 75.000

Seorang pemesan yang mengaku bernama Ayu Dewi tersebut memesan kebutuhan rumah tangga secara bertahap.

Setelah selesai memesan ia mengaku telah mentransfer uang dengan mengirimkan bukti transfer melalui pesan WhatsApp.

"Karena kejadian hari Sabtu kami tidak bisa mengecek atau memvalidasinya. Tetapi karena kami tidak mempunyai pemikiran yang macam-macam akhirnya kita percaya," kata Deddy, Kamis (2/9/2021)

Barang-barang tersebut diambil oleh kurir online yang dipesan oleh pelaku.

Baca juga: Ayah Umur 60 Tahun Rudapaksa Anak Kandung selama Belasan Tahun, sejak Remaja hingga Kini Punya Suami

Kejadian kembali terulang keesokan harinya pada hari Senin, 21 Juli dengan modus serupa.

Namun kali ini, Deddy berinisiatif untuk mengecek mutasi atau transaksi tersebut dengan menelpon langsung pihak bank lantaran di e-banking tidak muncul.

"Ternyata memang tidak ada transaksi, termasuk transaksi yang sebelumnya yaitu pada hari Sabtu dan Minggu," lanjutnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved