Situasi Usai 4 Prajurit TNI di Papua Barat Gugur, Diduga Diserang Separatis, Pangdam: Jamin Keamanan
Penyerangan yang terjadi di Pos Rayon Militer Kisor, Kampung Kisor, Kabupaten Maybrat itu, terjadi pada Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WITA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pangdam-xviiikasuari-mayjen-tni-i-nyoman-cantiasa-2-september-2021.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Situasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, seusai penyerangan diduga kelompok separatis teroris menewaskan 4 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Penyerangan yang terjadi di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Kabupaten Maybrat itu, terjadi pada Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WIT.
Pada saat penyerangan itu, Posramil Kisor dijaga 6 prajurit TNI.
Akibatnya penyerangan itu, 4 prajurit TNI gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat.
Baca juga: 4 Prajurit TNI Tewas Dibacok di Papua Barat, Pelaku Penyerangan 50 Orang Diduga Separatis Teroris
Baca juga: Alasan KKP Baubau Loloskan 26 Penumpang Pakai Surat Vaksin dan Swab Palsu ke Kota Sorong Papua Barat
Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, membenarkan peristiwa penyerangan tersebut.
Ia menjelaskan, penyerangan itu diduga dilakukan oleh kelompok separatis teroris.
"Diduga ini lakukan oleh kelompok separatis teroris, menggunakan senjata tajam," ujar Cantiasa, saat jumpa pers di Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (2/8/2021).
Ia menjelaskan, saat ini situasi di lokasi peristiwa, Kabupaten Maybrat berangsur aman.
I Nyoman meminta agar masyarakat tenang.
"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat, agar tetap tenang. Sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari, akan menjamin keamanan wilayah," imbuhnya.
Pengejaran
Seusai penyerangan, kelompok separatis teroris itu langsung kabur.
I Nyoman mengaku, telah memerintahkan anak buahnya untuk mengejar dan menangkap kelompok separatis teroris itu.
"Saya selaku Panglima Kodam XVIII/Kasuari, langsung perintahkan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 181 Praja Vira Tama, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkapnya.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Maybrat dan Kapolda Papua Barat untuk melakukan penegakan hukum.