Covid19
Segera Hapus Aplikasi eHAC dan Unduh PeduliLindungi untuk Fitur Perjalanan, Imbas Data Pribadi Bocor
Segera hapus aplikasi eHAC dan unduh aplikasi PeduliLindungi untuk fitur perjalanan, imbas data pribadi bocor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/aplikasi-pedulilindungi-dan-aplikasi-ehac.jpg)
TRIBUNNEWSSSULTRA.COM - Segera hapus aplikasi eHAC dan unduh aplikasi PeduliLindungi untuk fitur perjalanan, imbas data pribadi bocor.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI Anas Ma'ruf.
Pemerintah meminta masyarakat menghapus aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC) lama dan menggantinya dengan aplikasi PeduliLindungi.
Anas menjelaskan permintaan agar aplikasi eHAC itu dihapus karena sudah tidak digunakan oleh pemerintah sejak 2 Juli 2021 lalu.
Hal tersebut juga merespons adanya laporan kebocoran data pribadi pengguna eHAC yang dilaporkan vpnMentor.
Baca juga: LENGKAP Panduan dan Syarat Perjalanan Via Pesawat Keluar - Masuk Kota Kendari Sulawesi Tenggara
“Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk menghapus aplikasi eHAC yang lama dan mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk memanfaatkan fitur perjalanan sebagai bagian yang terintegrasi,” kata Anas dalam jumpa pers secara daring, Selasa (31/8/2021).
Menurut Anas, pemerintah tidak menggunakan lagi eHAC sebagai aplikasi perlindungan bagi pelaku perjalanan udara dari risiko penularan Covid-19.
Hal tersebut karena adanya integrasi data dengan aplikasi PeduliLindungi yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo.
Ketentuan itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenkes No HK.02.01/Menkes/847/2021 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.
Anas juga memastikan sistem yang ada di dalam aplikasi PeduliLindungi berbeda dengan yang dimiliki eHAC.
“Secara infrastruktur juga berbeda karena berada di tempat lain,” ujar Anas.
Anas mengatakan dugaan kebocoran data di eHAC diakibatkan adanya kebocoran di pihak mitra.
Pemerintah sudah mengetahui hal itu dan sedang melakukan tindakan pencegahan serta penelusuran lebih lanjut bersama pihak terkait.
“Sebagai langkah mitigasi, maka eHAC yang lama sudah dinonaktifkan. Yang digunakan adalah aplikasi yang berada di dalam aplikasi PeduliLindungi,” jelas Anas.
Anas menjamin data pengguna aplikasi PeduliLindungi lebih aman sebab infrastruktur berupa server berada di Pusat Data Nasional yang dijamin keamanannya oleh kementerian dan lembaga terkait.
Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19? Simak Cara Mengunduh Sertifikat Vaksinasi di PeduliLindungi Berikut Ini