Publik Korea Murka Gegara Lelaki Bunuh Kekasih Dibebaskan

Adapun tindak pidana penganiayaan terekam CCTV gedung tempat tinggal korban di Mapo-gu, Seoul, Korea Selatan.

Editor: Risno Mawandili
Handover
Hwang Ye Jin (25) warga Korea Selatan, korban kekerasan yang dilakukan kekasihnya. 

TRIBUNNEWSULTRA.COM - Publik Korea Selatan murka gegara seorang lelaki bunuh kekasih malah dibebaskan.

Seorang wanita 25 tahun meninggal dunia setelah dianiaya kekasihnya.

Adapun tindak pidana penganiayaan terekam CCTV gedung tempat tinggal korban di Mapo-gu, Seoul, Korea Selatan.

Hwang Ye Jin (25) meninggal dunia setelah dirawat karena koma pada Selasa (17/8/2021).

Ia menderita cedera serius setelah dipukuli oleh kekasihnya berinisial A.

Dikutip dari Allkpop, ibu Hwang menilai penganiayaan yang dilakukan A merupakan kejahatan.

Dan tak boleh dikateborikan sebagai kekerasan dalam kencan.

Dijelaskan, sekitar bulan lalu polisi menghubungi sang ibu.

Mengabarkan putrinya mengalami kecelakaan yang mengerikan.

Sang ibu lalu pergi ke rumah sakit tetapi sudah terlambat, putrinya meninggal dunia.

Menurut keterangan dokter, Hwang mengalami pendarahan otak parah sehingga tak dapat diselamatkan.

Dalam rekaman CCTV yang dirilis, terlihat bagaimana detik-detik penganiayaan tersebut.

Awalnya terlihat Hwang dan A bertengkar.

A kemudian menyerang Hwang.

Korban oleng setelah mendapat hantaman dari pelaku.

Setengah sadar pelaku lalu mencoba berlari dalam bilik gedung.

Namun pelarian korban buntu karena saat lift gedung macet.

Akibat penganiayaan, korban mengalami luka hingga cedera serius.

Dokter menjelaskan, korban mengalami pendarahan gastrointestinal, patah tulang rusuk, kerusakan paru-paru, dan pendarahan otak.

Keluarga korban lalu melaporkan kekerasan tersebut kepada kepolisian.

Setelah diproses, pelaku lalu sampai di meja persidangan.

Namun pengadilan menolak surat perintah penangkapan.

Pengadilan menilai pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda berniat melarikan diri dari Korea Selatan.

Selain itu pengadilan juga menyebut bukti belum cukup.

Dalam artian korban dibebaskan berkeliaran dan belum mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

Padahal berdasarkan hasil autopsi, penyebab kematiannya adalah subarachnoid yang disebabkan oleh trauma benda tumpul.

Disisi lain, polisi mengatakan sulit untuk memastikan apakah pelaku berniat membunuh.

Mengutip SBS News, pelaku sendiri selama pemeriksaan mengubah keterangannya terkait motifnya menyerang Hwang.

Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus tersebut sebagai cedera yang mengakibatkan kematian.

Publik Berang

Publik korea selatan lewat berbagai komunitas online bikin petisi Bluehouse dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Hatiku sangat sakit, aku bahkan tidak sanggup melihat rekaman CCTV tersebut."

"Aku tidak percaya pelaku diizinkan bebas setelah melakukan itu (kekerasan) pada pacarnya."

"Bagaimana pengadilan bisa menolak perintah penangkapan?"

"Ini sangat menyedihkan. Ia (korban) adalah anak putri satu-satunya."

"Bagaimana mungkin ini bukan pembunuhan? Ia (pelaku) pasti berniat membunuh, melihat dari luka-luka korban."

"Ya Tuhan, orang ini harus masuk penjara."

"Apa yang dilakukan sistem peradilan Korea?" (*)

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

(Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gadis di Korea Dianiaya Pacar hingga Tewas, tapi Pelaku Justru Dibebaskan, Publik Murka)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved