Berita Baubau
Netizen di Baubau Curhat di Medsos Ditodong Parang, Kapolsek Minta Laporkan ke Polisi
Peristiwa penodongan di Pelabuhan Jembatan Batu Baubau, Sultra itu, menimpa adiknya.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/akun-facebook-bernama-yudhy-mustakim.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Seorang netizen di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), curhat di media sosial (medsos) Facebook.
Terkait penodongan parang dari salah satu pemalak di Pelabuhan Jembatan Batu, Baubau.
Curhatan itu muncul di akun Facebook bernama Yudhy Mustakim.
Postingan Yudhy Mustakim kemudian tersebar digrup Facebook ‘Laporan Warga Baubau’.
Kemudian curhatan itu dibagikan pada, Minggu (29/8/2021) siang.
Peristiwa penodongan itu terjadi menimpa adiknya di Pelabuhan Jembatan Batu Baubau, Sultra.
Baca juga: Detik-detik Ricuh Dialog Cipayung Plus dan KNPI di Kota Baubau, Pemuda Lempar Kursi hingga Adu Jotos
"Pak polisi bisa kah tiap malam razia org2 yang nongkrong disekitaran jembatan batu, semalam adik Sy, mau diambil hpnya ditodong dgn parang, untung berhasil lari kalau tdk jd korban lagi. Keadian sekitar jam 11 mlm,” tulisnya.
Saat dikonfirmasi tribunnewssultra.com, Kepala Kepolisian Sektor Kesatuan Pelaksanaan Pengaman Pelabuhan atau Kapolsek KP3 Baubau, IPTU Yudhi Widhia, mengatakan harusnya warga segera melapor. kepada pihak kepolisian jika mendapat ancaman kriminalitas.
"Seharusnya warga melapor kepada polisi, ketika mendapat perlakuan yang menjurus pada kriminalitas yang sampai mengancam nyawa," ujarnya lewat pesan Whatsapp Messenger, Minggu (29/8/2021).
Yudi heran karena warga lebih memilih curhat di Facebook.
Ia menambahkan, soal razia, personil KP3 Baubau sudah disiagakan tiap malam.
Baca juga: Mengenal Ranan Halwah Linazharin Gani, Siswa Kelas 6 SD di Baubau Duta Pariwisata Buton
Berjaga di kawasan pelabuhan termasuk Pelabuhan Jembatan Batu.
Hanya saja, kawasan pelabuhan di Kota Baubau lumayan luas.
Sehingga tidak semua sisi dapat dipantau setiap per detik per menit.
"Kemungkinan anggota sedang memantau di tempat lain saat terjadi pemalakan itu," imbuhnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)