Lucas WayV Terlibat Skandal Gaslighting, Single-nya dengan Hendery, Jalapeno Batal Rilis Hari Ini
Lucas WayV terlibat skandal gaslighting, single-nya dengan Hendery, Jalapeno batal dirilis hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/lucas_wayv.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Lucas WayV terlibat skandal gaslighting, single-nya dengan Hendery, Jalapeno batal dirilis hari ini.
Lucas WayV dikabarkan terlibat skandal gaslighting (kekerasan mental atau pelecehan emosional) dan berselingkuh.
Pemilik nama Wong Yuk Hei dan Huang Xuxi ini terlibat dalam serangkaian tuduhan gaslighting dan selingkuh dari seseorang yang mengaku pernah pacaran dengannya.
Menanggapi rumor tersebut, agensi Lucas WayV, SM Entertainment pun merilis pernyataan resmi, Rabu (25/8/2021).
"Halo. Ini SM Entertainment," tulis agensi Lucas WayV mengawali pernyataan perusahaan.
SM Entertainment memohon maaf karena telah membuat semua orang khawatir dengan masalah pribadi Lucas WayV.
"Kami mohon maaf karena telah membuat semua orang khawatir sehubungan dengan masalah pribadi artis perusahaan kami, Lucas," sambung agensi tersebut.
Dalam pernyataan resmi ini, SM Entertainment juga menyampaikan single Jalapeno batal dirilis hari ini Rabu, 25 Agustus 2021.
Seperti diketahui, Jalapeno merupakan single yang dinyanyikan Lucas bersama rekan segrupnya di WayV, Hendery.
Dijadwalkan single Jalapeno tersebut dirilis pada hari ini, Rabu (25/8/2021) pukul 18.00 (KST).
Menurutnya SM Entertainment yang juga menaungi NCT, pria yang juga anggota SuperM ini telah menyadari keseriusan masalah tersebut
Sehingga, pria kelahiran 25 Januari 1999 ini memutuskan untuk menghentikan perilisan semua konten, termasuk single Jalapeno.
SM Entertainment mengatakan Lucas WayV sangat merenungkan skandal gaslighting yang menimpa dirinya.
Sebagai perusahaan agensi yang menaungi Lucas WayV yang juga tergabung dalam grup NCT U ini, SM Entertainment meminta maaf.
Karena dengan masalah pribadi idol keturunan Tionghoa-Thailand tersebut, sudah membuat banyak pihak cemas.