Curhat TKW Sultra
Disnakertrans Sultra dan BP2MI Kendari Berupaya Pulangkan Asniar TKW yang 'Dijual' di Arab Saudi
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Disnakertrans Sultra) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kendari
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/paspor-dan-visa-asniar-binti-tasman-dari-kota-kendari-yang-mengaku-dijual-di-arab-saudi.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara ( Disnakertrans Sultra) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kendari menemui keluarga Asniar.
Asniar merupakan tenaga kerja wanita atau TKW di Arab Saudi yang mengaku 'dijual' dan bekerja tanpa digaji.
Sebelumnya, kisah seorang TKW asal Kota Kendari kelahiran Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bekerja di Arab Saudi viral di Facebook.
Curhat perempuan bernama Asniar Binti Tasman tersebut diunggah melalui akun Facebook Cinta Cinta.
Asniar pun kini berharap mendapatkan pertolongan dari siapa saja yang membaca postingannya tersebut.
“Semoga ada yang membaca ini dan yang berhati tulus yang betul-betul mau membantu amiiinnn ya Allah, sebelum alat komunikasi saya terputus,” tulisnya lagi.
Baca juga: Viral TKW Asal Kendari Ngaku Dijual di Arab Saudi, Dipaksa Kerja Tanpa Gaji, Mohon Pertolongan
Asniar mengaku bisa mengakses perangkat komunikasi setelah mengulur waktu dan melakukan semua perintah sang majikan.
Kepala Disnakertrans Sultra, Laode Ali Haswandi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan kedatangan mereka itu.
"Gubernur Sultra Ali Mazi, telah memerintahkan kami dan sudah melakukan langkah-langkah guna menindaklanjuti kasus tersebut," kata Haswandi, Selasa (10/8/2021).
Dari bukti yang diperoleh dan hasil wawancara dengan pihak keluarganya, Haswandi menduga Asniar berangkat melalui jalur ilegal.
"Kemungkinannya sesuai dengan laporan kemarin itu, dia bekerja keluar negeri tidak melalui prosedur resmi, hal ini dibuktikan dengan nama korban tidak terdaftar di BP2MI Kendari," ujarnya.
Sehingga proses pencarian Asniar akan menyulitkan petugas imigran.
Namun, persoalan tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak memulangkannya ke Indonesia.
"Termasuk dia kan juga warga negara dan warga Sultra maka dari kami itu akan berupaya mencari solusi untuk memulangkannya," ucapnya
Haswandi mengatakan permasalahaan Asniar tersebut segera akan ditindaklanjuti ke BP2MI Pusat.
Baca juga: Cerita Awal Mula Asniar Sampai di Arab Saudi Menjadi TKW hingga Tak Digaji, Diungkap Pihak Keluarga