Berita Kendari
Afiq Raanan Hendra Pengidap Down Syndrome asal Kendari Meninggal Dunia di RSUD Bahteramas
Afiq Raanan Hendra, balita berusia 1 tahun mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Bahteramas sekira pukul 11.00 Wita, Sabtu (7/8/2021).
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Afiq Raanan Hendra, balita berusia 1 tahun mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Bahteramas sekira pukul 11.00 Wita, Sabtu (7/8/2021).
Sebelumnya, Afiq Raanan Hendra didiagnosa mengalami down syndrome dan kelainan jantung.
"Afiq meninggal setengah 11 siang, di RSUD Bahteramas," ucap Herianti ibu Afiq Raanan Hendra saat ditemui di rumah duka, Jalan Bunga Matahari I, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Sebelum meninggal dunia, Afiq Raanan Hendra menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari.
Kemudian, ia dibolehkan pulang karena dianggap kesehatannya sudah mulai membaik.
"Afiq masuk rumah sakit karena naik turun suhu badannya, sesak nafas juga, jadi harus masuk lagi. Sebelum di RSUD Bahteramas, anak saya sempat dirawat di RS Korem," kata Herianti.
Rencananya almarhum akan dimakamkan di Kabupaten Kolaka. Namun terlebih dahulu disalatkan di rumah kontrakan yang selama ini mereka tempati.
Baca juga: Balita Pengidap Down Syndrome Afiq Raanan Hendra Segera Dirujuk ke RSPAD Jakarta
Down Syndrome
Herianti mengungkapkan Afiq Raanan Hendra mengalami down syndrome sejak dilahirkan.
Anak kedua dari pasangan Hendra (43) dan Herianti (41), Afiq Raanan Hendra didiagnosa oleh dokter mengalami down syndrome.
Batita berusia 1 tahun 2 bulan itu juga mengalami kelainan jantung akibat kelainan genetik keluarga.
Saat ini bersama orangtuanya, mereka tinggal di rumah kontrakan, di Lahundape, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ibu Afiq Raanan Hendra, Herianti menngungkapkan kondisi anaknya sejak dilahirkan memang sudah terlihat memiliki kelainan.
Kata Herianti, saat melahirkan di RS Tiara Sentosa, Afiq Raanan Hendra tidak menangis dan langsung dirawat di inkubator.
Saat itu, dokter yang merawat mengatakan Afiq memiliki ciri-ciri down syndrome.
Di mana kondisi jari kaki dan tangannya jarang-jarang dan kebiru-biruan sejak ldilahirkan.
Sejak mengalami sakit, Afiq Raanan Hendra sudah tiga kali keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.
Baca juga: Afiq Raanan Hendra Down Syndrome Sejak Lahir, Herianti Ungkap Kondisinya Saat Itu
Bantuan Pengobatan
Keluarga Besar TNI AD yang berada di wilayah Korem 143/Halu Oleo (HO) atau di Sultra terdorong untuk membantu membiayai pengobatan dan operasi jantung Afiq, ditambah ekonomi keluarganya yang tidak mampu.
Terkumpul bantuan pengobatan sebesar Rp55 Juta dan berbagai bahan makanan. Serta, Korem 143/HO menanggung iuran BPJS mandiri mereka sekeluarga selama satu tahun.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Penerangan (Kapenrem) Korem 143/HO, Letda Inf Rusmin Ismail, turut prihatin dengan kondisi Afiq.
“Kondisi Afiq saat ini sangat memprihatinkan, jangankan untuk kegiatan yang lain untuk makan saja dia sangat kesulitan,” katanya, Jumat (9/10/2021).
Ia menyampaikan, hasil pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, menunjukkan Afiq mengalami Tetralogy Of Fallot (TOF), kelainan struktur jantung.
Kelainan ini menyebabkan dalam sirkulasi darahnya mengalami kekurangan oksigen.
"Menurut dokter dari RSUD Bahteramas disarankan untuk melaksanakan operasi di RS Harapan Kita, di Jakarta," tambahnya.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Down Syndrome pada Bayi, Kelainan yang Dialami Afiq Raanan Hendra
Selain mengalami kelainan jantung, Afiq juga mengalami bronkopneumonia dan ada cairan di pembungkus paru (efusi fleura dextra) akibat kelainan secara genetik berupa kelainan struktur dan fungsi dalam sistem pernafasan.
Dengan adanya bantuan tersebut, Afiq pun ada harapan untuk dioperasi dan dapat pulih normal.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-75 Persit KCK, Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie A. Siahaan dan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 143, Vera Jannie A Siahaan menyalurkan santunan tersebut di rumah kontrakan Hendra dan Herianti, Kendari, Kamis (8/4/2021).
Pada kesempatan itu, Danrem menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan komitmen dan tindak lanjut dari perintah Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno untuk selalu peduli dan membantu masyarakat.
“Jajaran TNI AD di manapun berada, harus peduli dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Danrem. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)