Berita Kendari
Stok Vaksin di Kota Kendari Menipis, Wali Kota Sulkarnain Kadir Minta Bantuan OJK
Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berusaha mendapatkan stok vaksin tambahan.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pegawai-saat-mengikuti-program-vaksinasi-bersama.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berusaha mendapatkan stok vaksin tambahan.
Pasalnya saat ini stok vaksin untuk masyarakat Kota Kendari sudah mulai menipis. Diperkirakan stok vaksin tersebut akan habis dalam dua hari ke depan.
Menurut Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, pihaknya tengah melobi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan stok vaksin tambahan.
Seperti diketahui OJK mendapatkan jatah 10 juta orang untuk divaksinasi.
"Tadi saya sudah berkomunikasi dengan OJK, bahwa seluruh industri jasa keuangan ada jatah 10 ribu seluruh Indonesia. Kami sedang berjuang semoga Kota Kendari dapat menerima lebih besar," kata Sulkarnain Kadir, Selasa (27/7/2021).
Sulkarnain Kadir berharap permintaan vaksin ini bisa direalisasikan pada Agustus 2021.
"Mudah-mudahan pertengahan Agustus bisa disalurkan. Sehingga bertahan sampai Desember," ungkapnya.
Saat ini, Sulkarnain Kadir mengakui tengah kewalahan akibat permintaan vaksinasi yang tinggi di Kota Kendari.
"Bahkan sekarang kami kewalahan. Karena begitu banyak permintaan vaksinasi. Sementara ketersediaan vaksin masih menyesuaikan dengan pemerintah pusat," ujar Sulkarnain Kadir.
Baca juga: Stok Tersisa 70 Dosis, Berikut Jumlah Target Orang yang Divaksin Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe
Baca juga: Puskesmas Tomia Wakatobi Kekurangan Stok Obat untuk Pasien Covid-19
OJK Bantu Vaksinasi 10 Juta Orang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan industri jasa keuangan dan Kementerian Kesehatan akan mengebut penyaluran vaksinasi kepada 10 juta orang yang terkait di sektor industri jasa keuangan hingga akhir Desember 2021.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, sejak Juni lalu, pihaknya telah membantu penyaluran vaksinasi Covid-19 sebanyak 480 ribu untuk pegawai dan keluarga industri jasa keuangan serta para konsumennya.
"Kita usahakan bisa 10 juta sampai akhir tahun,” ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip dari Tribunnews.com.
Angka tersebut diharapkan dapat dicapai karena selain target vaksinasi kepada pegawai dan keluarga pegawai, juga akan diberikan kepada nasabah.
Baik itu nasabah individu dan korporasi serta keluarga dan masyarakat umum dalam bentuk corporate social responsibility (CSR).