Berita Kendari
PT VDNI Morosi Salurkan 200 Tabung Oksigen Per Hari untuk Pasien Covid-19 di RSUD Kendari
Persediaan Tabung Oksigen di RSUD Kendari menurun karena penyuplai oksigen padat yang berasal dari Pulau Jawa, dihentikan sementara.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/foto-rsud-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari membutuhkan pasokan oksigen hingga 200 tabung per hari.
Padahal pihak rumah sakit sempat mengakui terjadi kelangkaan pasokan tabung oksigen karena jumlah pasien Covid-19 meningkat.
Selain itu, pihak penyuplai kekurangan oksigen padat yang berasal dari Pulau Jawa, karena dihentikan sementara.
Namun saat ini, RSUD Kendari mendapatkan pasokan oksigen dari perusahaan pertambangan PT Virtue Dragon Nickel Industry atau PT VDNI di Desa Morosi Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Pasien Covid-19 Membludak, RS Bahteramas Sultra Sebut Stok Tabung Oksigen Cukup untuk Pekan Depan
Baca juga: Ruangan Isolasi Covid RS Bahteramas Nyaris Penuh, Pihak Rumah Sakit Klaim Stok Tabung Oksigen Aman
Direktur RSUD Kota Kendari, dr Sukirman mengaku sempat khawatir karena tidak ada penyuplai lain yang bisa memasok oksigen.
"Kalau sekarang tidak khawatir lagi, karena kita dapat oksigen dari VDNI, mereka bisa pasok berapapun yang kami butuhkan," kata Sukirman saat di temui, Jumat (23/7/2021).
Adapun kebutuhan rumah sakit, setiap hari mencapai 150 hingga 200 tabung oksigen.
"Karena sebelumnya bahan baku oksigen padat dari Jawa. Tapi sekarang bisa kita dapatkan dari perusahaan tambang VDNI," ucap Sukirman.
Sempat Krisis Tabung Oksigen
Wali Kota Sulkarnain Kadir, menyebut RSUD Kendari nyaris kehabisan stok tabung oksigen untuk pasien Covid-19.
Berkurangnya oksigen itu, pasca 3 hari Wali Kota Kendari menjalani isolasi Covid-19 di RSUD Kendari, Juni 2021 lalu.
Bahkan ia menyebut diprediksi stok tabung oksigen pada saat itu bertahan 5 hari saja.
"3 hari setelah saya keluar isolasi di RSUD Kota, saya mendapat informasi dari penyuplai, stok oksigen bertahan tinggal 5 hari. Karena stok oksigen padatnya dari Jawa di stop dulu, ini membuat kita panik," kata Sulkarnain di gedung Private Medical Care Center (PMCC) RSUD Kota Kendari, Jl ZA Sugianto, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/7/2021).
Sulkarnain menyebut, sebelum meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Kendari kebutuhan oksigen hanya 40 tabung per hari.
Baca juga: Naikkan Harga Tabung Oksigen hingga Dua Kali Lipat, Dua Penjual Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah
Namun akhir-akhir ini pihak RSUD membutuhkan hingga 150 tabung perhari.