Bentrok di Konawe
Janji Tindak Tegas Pelaku Pembakaran, Kapolres Konawe: Negara Tidak Boleh Kalah dari Preman
Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) AKBP Wasis Santoso berjanji akan menindak tegas pelaku kejahatan.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) AKBP Wasis Santoso berjanji akan menindak tegas pelaku kejahatan.
Tak terkecuali aksi pembakaran rumah warga di Desa Kapoiala Baru, Kecamatan Konawe, Provinsi Sultra.
Polres Konawe sendiri telah menangkap 4 terduga pelaku pembakaran rumah warga Desa Kapoiala Baru, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Setelah menangkap 4 pelaku, kini Polres Konawe mengejar pelaku lain yang juga menjadi provokator bentrok.
Menurut AKBP Wasis Santoso, aksi pembakaran rumah hingga penjarahan sudah mengarah ke tindakan premanisme.
"Kami akan bertindak tegas dan kini fokus mengejar para provokator. Negara tidak boleh kalah dari preman," tegasnya melalui WhatsApp Messenger, Senin (5/7/2021).
Baca juga: Mobil Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso Nyaris Dihancurkan Kelompok Pemuda Bersenjata Tajam
Baca juga: TERNYATA Kelompok Pemuda di Konawe Tak Hanya Bakar Rumah, Tapi Menjarah Harta Warga
Untuk diketahui, bentrok terjadi di Desa Kapoiala Baru, Minggu (4/7/2021) siang.
Bentrok berujung pembakaran 4 unit rumah dan 2 sepeda motor warga setempat melibatkan gabungan tiga organisasi masyarakat (ormas) di Konawe.

Massa ormas itu berjumlah 200 orang dan membekali diri dengan senjata tajam jenis parang.
Sebanyak 50 orang warga setempat berupaya menghadang, namun dilukul mundur karena kalah jumlah.
Setelah itu, 4 rumah dan 2 sepeda motor serta beberapa harta warga dirusak dan dirampas.
Meski Polres Konawe telah menangkap 4 terduga pelaku, namun masih banyak pelaku belum berhasil diamankan.
Para pelaku diberi waktu 1x24 untuk menyerahkan diri.
Jika tidak, tidak maka bakal dijemput paksa.
"Data pelaku sudah kami kantongi, kami harap mau menyerahkan diri," kata Wasis. (*)
(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)