Gara-gara Mabuk, Pengamen Salah Ambil Motor: Dikira Miliknya hingga Terlanjur Dihajar Warga
Pengeroyokan di Lumajang gara-gara seorang pemuda pengamen yang salah mengambil motor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-pengeroyokan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Pengeroyokan terjadi di Lumajang, Jawa Timur.
Penyebabnya adalah seorang pemuda pengamen yang salah mengambil motor.
Ia mengira motor yang ia ambil adalah miliknya hingga ia dan teman-temannya diajar warga.
Baca juga: Sopir Ambulans Dihajar Warga, Dituduh Meng-covid-kan Jenazah yang Memang Meninggal karena Covid-19
Empat pemuda pengamen itu dituduh maling motor.
Kejadian itu bermula saat seorang temannya mereka yang gagal fokus karena pengaruh minuman keras.
Empat pemuda ini datang di kawasan Pasar Pasrujambe, dalam keadaan mabuk.
Mereka ke pasar mengendarai satu sepeda motor Honda Scoopy.
Baca juga: Tiba-tiba Tubuh Ikut Masuk dalam Mesin, Pegawai Pabrik Tewas Seketika
Tiba di pasar mereka memarkirkan di tempat parkir lalu berkeliling bersama.
Namun, saat sedang mengamen, tiba-tiba seorang dari mereka memisahkan diri. Dia berhenti di depan rumah warga.
Karena masih dalam kondisi pengaruh alkohol, dia malah menghampiri motor yang terparkir di depan rumah itu.
Kemudian dia berusaha menghidupkan secara paksa motor tersebut.
Ninik Muslifah yang melihat dari dalam rumah sempat menegur pemuda tersebut.
Baca juga: Minta Cerai dan akan Kembali ke Mantan Suami, Istri Malah Dibunuh Suaminya yang Diduga Selingkuh
Namun bukannya kabur, pemuda itu menjelaskan motor tersebut miliknya.
"Saya lihat dari dalam rumah dia datang bawa botol air. Botol plastik itu ditaruh di dasbord. Terus dia kayak mau nyalain gak bisa kemudian kayak mau dituntun. Saya keluar malah sempat tarik-tarikan sama saya," kata Ninik.
Rupanya penjelasan Ninik, tak bisa meyakinkan pemuda itu. Pemuda itu tetap ngeyel menuntun motor sampai sejauh 3 meter.