Rabu, 22 April 2026

Presiden Jokowi di Kendari

TNI Sempat Lerai Massa Penolak Munas Kadin 2021 Melawan Ormas yang Sempat Bentrok

Sejumlah aparat TNI sempat melerai massa penolak Munas Kadin 2021 Kendari yang bentrok dengan ormas.

Tayang:
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto TNI Sempat Lerai Massa Penolak Munas Kadin 2021 Melawan Ormas yang Sempat Bentrok
Handover
Bentrokan terjadi antara massa pendemo dengan ormas di Jl Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (30/6/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah aparat TNI sempat melerai massa penolak Munas Kadin 2021 Kendari yang bentrok dengan ormas.

Sebelumnya bentrokan terjadi antara massa pendemo dengan ormas di Jl Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (30/6/2021).

Ricuh bermula ketika demonstran penolak Presiden Jokowi datang ke Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri ( Munas Kadin) 2021memaksa masuk di area Hotel Claro.

Awalnya kericuhan melibatkan massa demonstran dengan petugas kepolisian.

Namun, massa aksi dipukul mundur ketika kepolisian melepas tembakan gas air mata.

Beberapa saat, bentrokan kembali terjadi, kali ini melibatkan massa demonstran dengan organisme masyarakat atau ormas.

Baca juga: Demo Tolak Jokowi Buka Munas Kadin 2021 di Kendari Berujung Ricuh, Ormas Bawa Balok dari Arah Polisi

Ketika itu, ormas yang juga terlibat sebagai pengamanan Munas Kadin 2021 di Kendari, tampak keluar dari balik barisan kepolisian lalu bergerak menyerbu massa demonstran.

Ratusan anggota ormas berlari menyerbu dengan memegang balok kayu menuju kerumunan massa demonstran.

Tampak teriakan dari beberapa orang menanyakan parang.

Tak lama setelah itu, TNI mulai mendatangi lokasi ricuh untuk melerai kedua kelompok.

Di lain sisi, juga jumlah personil kepolisian di lokasi ricuh, bertambah.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari, AKBP Didik Erfianto, juga sudah tampak di lokasi ricuh.

Ia lalu berupaya memediasi massa demostran penolak Presiden Jokowi dan Munas Kadin 2021.

Terlihat beberapa perwakilan massa aksi terlibat pembicaraan.

Di sisi jalan sebelahnya, ada beberapa anggota ormase yang sedang berdiri.

Belum diketahui kompromi para massa terlibat kericuhan.

Masih terlihat beberspa orang terlibat pembicaraan dengan Kapolres Kendari.

Blokade Jalan

Aliansi Masyarakat Peduli Covid-19 menolak kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu mengingat kondisi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terkhusus Sultra masih berada didalam status darurat Covid-19.

Mereka memblokade jalan di perempatan lampu pengatur lalu lintas, Pasar Baru Kelurahan Anaiwoi, Kecamat Kadia, Kota Kendari, Sultra Rabu (30/6/2021).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Ikbal Gunawan, demonstrasi dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat Sultra.

Aliansi Masyarakat Peduli Covid-19 melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Presiden Joko Widodo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Aliansi Masyarakat Peduli Covid-19 melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Presiden Joko Widodo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). ((Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com))

"Saat ini sedang tingginya angka kasus Covid-19, namun event nasional tetap terlaksana," katanya.

Ikbal menganggap pemerintah abai terhadap kenaikan angka kasus positif Covid-19.

Baca juga: Kedatangan Jokowi di Kendari Ditolak Gegara Covid-19 Melonjak, Masyarakat Demonstrasi Blokade Jalan

Mereka pun menolak keras kehadiran Presiden Jokowi karena dapat berpotensi mengakibatkan peningkatan korban Covid-19.

Meminta kepada Presiden untuk menunda pelaksanaan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Munas Kadin) di Sulawesi Tenggara.

"Karena kami rasa hal itu kurang produktif dilaksanakan. Apabila tuntutan dari Aliansi Masyarakat Peduli Covid-19 tidak diindahkan maka kami akan memblokade jalan umum di seputaran wilayah Kota Kendari," tegasnya.

Ricuh

Demo penolakan Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri ( Munas Kadin), di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, (Sultra) ricuh, Rabu (30/6/2021).

Kericuhan terjadi antara massa aksi dengan polisi yang juga bertugas mengamankan Munas Kadin 2021 di Kota Kendari.

Awalnya ricuh melibatkan antara pedemo dan petugas kepolisian yang berjaga.

Namun mahasiswa berhasil dipukul mundur setelah polisi menembakan gas air mata.

Demo penolakan Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri ( Munas Kadin), di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, (Sultra) ricuh, Rabu (30/6/2021).
Demo penolakan Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri ( Munas Kadin), di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, (Sultra) ricuh, Rabu (30/6/2021). ((TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili))

Bentrokan kembali terjadi, namun kali ini organisasi masyarakat atau ormas mengenakan baju hitam, keluar dari balik polisi yang mengamankan.

Mereka mendekati massa aksi yang berada di depan Warung Kopi Daeng (Kopda) Jl Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sultra.

Para pemuda itu terlihat berjalan membawa balok kayu, sembari berteriak ke arah massa aksi pendemo.

Baca juga: Kedatangan Jokowi di Kendari Ditolak Gegara Covid-19 Melonjak, Masyarakat Demonstrasi Blokade Jalan

Namun rombongan pemuda mengenakan pakaian hitam itu terlihat berbalik pergi.

Beberapa dari mereka ada yang berteriak, menanyakan parang.

Terlihat situasi di lokasi masih mencekam, eberapa polisi tampak berada di lokasi kejadian.(*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved