Lawan Covid19
7 Kiat Isolasi Mandiri di Rumah Saat Positif Covid-19 Gejala Ringan, Aktor Ben Kasyafani Bagi Tips
Ada baiknya menyimak tips dan kiat melakukan isolasi secara mandiri dengan benar agar kesehatan Anda bisa cepat pulih.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ingin melakukan isolasi mandiri di rumah saat Positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan?
Ada baiknya menyimak tips dan kiat melakukan isolasi mandiri dengan benar agar kesehatan Anda bisa cepat pulih.
Tips tersebut disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, dr Andi Khomeini Takdir SpPD (K-Psi).
Menurut dr Andi, masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi mandiri yang benar agar bisa terbebas dari virus corona.
Dia menjelaskan bahwa saat melakukan isolasi secara mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker.
Kedua, kamar harus terpisah.
Baca juga: 6 Hari Seusai Dinyatakan Positif Covid-19, Wali Kota Sulkarnain Jalani Isolasi di RSUD Kendari
Ketiga, pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.
Keempat, dr Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan dengan gizi seimbang.
Kelima, perlunya dukungan keluarga.
“Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” katanya dalam Dialog Produktif yang digelar KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/06/2021).
Keenam, pasien yang melakukan isolasi mandiri sebisa mungkin agar tidak mendiagnosis diri sendiri.
Ketujuh, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter.
“Apabila ada gejala yang sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter,” jelasnya.

Tips Ben Kasyafani
Aktor, Ben Kasyafani yang sempat terkena Covid-19 juga menceritakan pengalamannya saat melakukan isolasi mandiri.
“Tahun lalu saya terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelasnya,
Menurut Ben, dirinya melakukan hal tersebut di kamar sendiri selama 20 hari.
“Secara total saya melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri selama 20 hari. Anak dan istri saya dites dan menunjukkan hasil negatif, sehingga kami memisahkan diri,” ujarnya.
Dia juga menyarankan agar pasien Covid-19 yang melakukan isolasi secara mandiri harus tetap berpikir positif.
“Bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita harus terus berpikir positif. Energi kita harus fokus untuk mencari solusi dari pandemi ini. Mulailah mencari informasi mengenai COVID-19 yang benar agar kita bisa cepat mencari solusinya,” kata Ben.
Menanggapi pernyataan Ben, dr Andi setuju bahwa masyarakat jangan mencari kambing hitam tapi harus sama-sama mencari solusi dari kondisi seperti sekarang ini.
“Kampanye protokol kesehatan sudah berjalan, tapi seberapa besar dijalankan masyarakat, itu harus kita evaluasi. Vaksinasi belum mencapai target yang mencukupi untuk tercipta herd immunity, jadi jangan kendor protokol kesehatannya,” jelas dr Andi.

Saran Pemerintah
Apalagi, meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga saat ini membuat pemerintah mengambil kebijakan agar pasien tanpa gejala atau yang bergejala ringan melakukan perawatan isolasi mandiri.
Ini untuk mengurangi beban rumah sakit yang diprioritaskan untuk merawat pasien bergejala sedang dan berat yang perlu perawatan intensif.
dr Andi Khomeini Takdir, menyebutkan saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSDC Wisma Atlet, kelelahan akibat banyaknya pasien yang mesti ditangani.
“Perlu rencana mitigasi untuk menjaga masyarakat tidak jatuh sakit. Apabila masyarakat tidak sakit, maka kapasitas rumah sakit tidak akan penuh sehingga tenaga kesehatan kita tidak kelelahan merawat pasien,” katanya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa (29/6).
Menurut dr Andi, masyarakat jangan terlalu fokus dalam menyalahkan adanya varian Covid-19.
“Kunci dari pencegahannya adalah masker. Masker dua lapis menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikatakan mampu meningkatkan proteksi dari 60-80 persen menjadi 90 persen,” jelasnya.
dr Andi juga mengimbau agar pengetahuan baru ini jangan berhenti sebatas pengetahuan, tapi dijadikan kebiasaan. Saat masyarakat mulai disiplin, dia meyakini pandemi bisa terkendali.
Tentang KPCPEN
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional.
Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari Covid-19 dan reformasi pelayanan kesehatan.
Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.
Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.(*)