Pelantikan Bupati Koltim
Andi Merya Usul Diana Jadi Wakil Bupati Koltim, Pengamat: Menghindari Perpecahan Parpol Pengusung
Istri mendiang Buapti Kolaka Timur Diana Samsul Bahri diusul jadi wakil bupati. Usulan itu dianggap realistis untuk mengamankan konsi parpol.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/diana-samsul-bahri-dan-bupati-koltim-andi-merya-nur.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur mengsung Diana Samsul Bahri wakil bupati.
Untuk diketahui, Diana Syamsul Bahri Madjid merupakan istri dari mendiang Bupati Koltim terpilih Samsul Bahri Madjid bersama Andi Merya Nur sebagai Wakil Bupati Koltim.
Menurut pengamat politik Sulawesi Tenggara (Sultra), Najib Husein, Andi Merya Nur menunjuk istri mendiang Samsul Bahri Madjid merupakan pilihan realistis.
Pasalnya, 4 partai politik (parpol) mengusung Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil Bupati Koltim.
Tak main-main, raihan kursi 4 partai politik itu di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Koltim mencapai 11 kursi.
Yakni, PDIP 3 kursi, PAN 4 kursi, Gerindra 2 kursi dan Demokrat 2 kursi.
Baca juga: Andi Merya Nur Sebut Nama Diana Syamsul Bahri sebagai Pendamping, Pendukung: Sepakat, Ewako Srikandi
Baca juga: Jika Terpilih Wakil Bupati Koltim, Diana Samsul Bahri Akan Melanjutkan Visi Misi Mendiang Suaminya
Najib mengatakan, memilih Diana Samsul Bahri menjadi Wakil Bupati Koltim dapat menghindari perpecahan di tubuh parpol pengusung.
"Untuk mempertahankan koalisi, saya pikir pilihan terbaik. Usulan ini merupakan jalan tengah untuk menghindari perpecahan," ujarnya lewat panggilan telepon.
Najib menjelaskan, 4 parpol pengusung pasti memiliki kader terbaik.
Sehingga jika Andi Merya Nur memilih pada salah satu, bisa memicu perpecahan.
"Mereka pasti mengatakan punya kontribusi besar atas terpilihnya almarhum Samsul Bahri Majid dan Andi Merya Nur. Tawaran Diana Samsul Bahri menjadi solusi keretakan yang mungkin bisa muncul di awal periode masa kepemimpinan Andi Merya Nur," urai Najib.
Najib menyebut pilihan Andi Merya Nur menyodorkan Diana Samsul Bahri sebagai pendekatan non partai yang dapat melanggengkan kongsi politik.
Kasus serupa, Najib mencontohkan Kota Kendari, gontok-gontokan memilih kader partai, berakhir pada perpecahan parpol pengusung.
"Sebaliknya, pilihan Bupati Koltim Andi Merya Nur sudah tepat untuk menghindari gontok-gontokan dan tak mengganggu potensi mencalonkan diri lagi pada 2024 ke depan," imbuhnya.
Terang-terangan