Kamis, 30 April 2026

Berita Kendari

Kondisinya Makin Rusak dan Berlubang, Warga Perbaiki Jalan ke Taman Wisata Camping Ground Kendari

Di jalur tersebut warga memperbaiki jalan yang makin hari rusak dan berlubang.

Tayang:
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Kondisinya Makin Rusak dan Berlubang, Warga Perbaiki Jalan ke Taman Wisata Camping Ground Kendari
Amelda Devi/Tribunnewssultra.com
Suasana Jalan Haluoleo perbatasan antara Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu dengan Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat diperbaiki warga sekitar, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jalan menuju tempat wisata Camping Ground Kendari ditutup masyarakat sekitar sejak Selasa (8/6/2021) sore. 

Di jalur tersebut warga memperbaiki jalan yang makin hari rusak dan berlubang.

Jalur tersebut tepatnya di Jalan Haluoleo, perbatasan antara Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu dengan Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Baca juga: Jalan Wisata Kebun Raya Kendari Terbengkalai, Ditumbuhi Rumput, Jadi Kubangan, Belum Teraspal

Jalan ini juga akses menuju Taman Ultrabasa Kebun Raya Kendari dan Air Terjun Nanga-nanga. 

Jalanan yang tak jauh dari area perkantoran itu juga merupakan dua jalur, namun hingga kini hanya salah satu sisi saja yang telah di aspal. 

Sementara sisi lainnya dibiarkan dengan kondisi berbatu. 

Akibatnya jalan tersebut ditutup warga yang kondisinya saat ini hampir sepanjang jalan dipenuhi lubang. 

Penutupan salah satu akses jalan tersebut disebabkan jalan hendak diperbaiki oleh masyarakat sekitar.

Baca juga: Kebun Raya Kendari Tempat Pilihan Warga Menikmati Libur Akhir Pekan 

Ketua RT 12 Mokoau, Zainuddin, mengatakan penutupan jalur karena ingin memperbaiki jalan aspal yang rusak dan juga merupakan swadaya masyarakat sekitar.

"Jadi ini anggaran teman-teman masyarakat sini, bukan anggaran pemerintah. Ini sampai simpang kebun Raya, jalurnya hanya sebelah sini yang diperbaiki, yang aspal ini saja kita benahi," kata Zainuddin kepada TribunnewsSultra.com, saat berada dilokasi perbaikan jalan, Rabu (9/6/2021). 

Zainuddin menambahkan warga sengaja menutup jalan tersebut lantaran geram melihat kondisi jalan berlubang yang dibiarkan. 

Sebab jalan aspal tersebut digunakan untuk dua arus sehingga sempit, dan kerusakan makin parah. 

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan menimbulkan korban-korban kecelakaan lainnya. 

"Boleh dikata hampir tiap hari ada korban, aspal lubang itu pemerintah biarkan, lagipula di dalamkan termasuk banyak pejabat yang tinggal ini, tapi masih dibiarkan. Jadi jika tidak ada inisiatif masyarakat disini, untuk kerja kita benahi, sampai kapan akan begini," keluhnya. 

Ia mengatakan melalui swadaya masyarakat sekitar untuk mengumpulkan anggaran secara ikhlas, tidak ada paksaan.

Sekiranya ada 50 warga sekitar yang turun lapangan, bermodalkan tenaga untuk membenahi jalan rusak tersebut, tanpa digaji. 

"Dana yang terkumpul inikan ada di bendahara, dia yang kelola belikan material, pasir, semen dan beli minumanlah untuk pekerja, cukup itu saja, artinya teman-teman ini tidak ada yang kita gaji, tidak ambil upah disitu," jelasnya. 

Untuk waktu pengerjaan jalan itu, Zainuddin tidak bisa memastikan kapan akan rampung. 

Lantaran semua warga yang turun lapangan juga memiliki pekerjaan utama yang tidak bisa juga ditinggalkan. 

Baca juga: Dinas Bina Marga Sultra Akui Masih Banyak Jalan Rusak, Anggaran Hanya Rp300 Juta

Sebelumnya, Zainuddin mengatakan sudah sering melapor ke pemerintah. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari aduan mereka. 

"Tapikan tidak bisa kita desak sekali pemerintah, karena itukan anggaran juga, terpaksa ya kita kerja bakti bersama," ujarnya. 

Zainuddin berharap kondisi jalan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah.

Agar tak terus menimbulkan korban kecelakaan. 

Tidak hanya ketika pemerintah pusat datang berkunjung, baru dilakukan penambalan jalan seperti yang sudah-sudah. 

Itupun, menurut Zainuddin penambalan hanya bertahan beberapa waktu dan akan kembali rusak. 

"Sejak jalan ini masih rintisannya Pak Kaimuddin, sampai sekarang itu belum pernah dibenahi, nanti sekarang ini, nanti lubangnya sudah parah, sudah banyak korban baru ada inisiatif masyarakat untuk mengerjakan ini, kita kerja bakti,"  tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved