Berita Kendari
Kondisinya Makin Rusak dan Berlubang, Warga Perbaiki Jalan ke Taman Wisata Camping Ground Kendari
Di jalur tersebut warga memperbaiki jalan yang makin hari rusak dan berlubang.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/foto-warga-perbaiki-jalan-menuju-kebun-raya-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jalan menuju tempat wisata Camping Ground Kendari ditutup masyarakat sekitar sejak Selasa (8/6/2021) sore.
Di jalur tersebut warga memperbaiki jalan yang makin hari rusak dan berlubang.
Jalur tersebut tepatnya di Jalan Haluoleo, perbatasan antara Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu dengan Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Baca juga: Jalan Wisata Kebun Raya Kendari Terbengkalai, Ditumbuhi Rumput, Jadi Kubangan, Belum Teraspal
Jalan ini juga akses menuju Taman Ultrabasa Kebun Raya Kendari dan Air Terjun Nanga-nanga.
Jalanan yang tak jauh dari area perkantoran itu juga merupakan dua jalur, namun hingga kini hanya salah satu sisi saja yang telah di aspal.
Sementara sisi lainnya dibiarkan dengan kondisi berbatu.
Akibatnya jalan tersebut ditutup warga yang kondisinya saat ini hampir sepanjang jalan dipenuhi lubang.
Penutupan salah satu akses jalan tersebut disebabkan jalan hendak diperbaiki oleh masyarakat sekitar.
Baca juga: Kebun Raya Kendari Tempat Pilihan Warga Menikmati Libur Akhir Pekan
Ketua RT 12 Mokoau, Zainuddin, mengatakan penutupan jalur karena ingin memperbaiki jalan aspal yang rusak dan juga merupakan swadaya masyarakat sekitar.
"Jadi ini anggaran teman-teman masyarakat sini, bukan anggaran pemerintah. Ini sampai simpang kebun Raya, jalurnya hanya sebelah sini yang diperbaiki, yang aspal ini saja kita benahi," kata Zainuddin kepada TribunnewsSultra.com, saat berada dilokasi perbaikan jalan, Rabu (9/6/2021).
Zainuddin menambahkan warga sengaja menutup jalan tersebut lantaran geram melihat kondisi jalan berlubang yang dibiarkan.
Sebab jalan aspal tersebut digunakan untuk dua arus sehingga sempit, dan kerusakan makin parah.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan menimbulkan korban-korban kecelakaan lainnya.
"Boleh dikata hampir tiap hari ada korban, aspal lubang itu pemerintah biarkan, lagipula di dalamkan termasuk banyak pejabat yang tinggal ini, tapi masih dibiarkan. Jadi jika tidak ada inisiatif masyarakat disini, untuk kerja kita benahi, sampai kapan akan begini," keluhnya.
Ia mengatakan melalui swadaya masyarakat sekitar untuk mengumpulkan anggaran secara ikhlas, tidak ada paksaan.