Breaking News:

Berita Wakatobi

Wakatobi Kini Punya 2 Bandara Penerbangan usai Menerima Aset Bandara Maranggo dari Pemda Buton

Dengan adanya Bandara Maranggo, Pemkab Wakatobi akan mengelola 2 Bandara, bersama Bandara Matahora yang berada di Wangi-wangi.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com
Rapat koordinasi monitoring dan evaluasi percepatan sertifikasi aset PLN dan BMD di Sulawesi Tenggara dan penyerahan hibah aset BMD di Hotel Claro Kendari Jalan Edi Sabara Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Secara resmi Pemerintah Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara menerima aset milik Pemkab Buton yakni Bandara Maranggo yang dikelola pihak Wakatobi Dive Resort (WDR) di Pulau Tomia. 

Penyerahan aset tersebut disaksikan langsung Wakil Ketua KPK, BPN, Sekda Sultra dan pihak PLN.

Dengan adanya Bandara Maranggo, Pemkab Wakatobi akan mengelola 2 Bandara, bersama Bandara Matahora yang berada di Wangi-wangi.

"Jadi Matahora berada di Wangi-Wangi, Bandara Maranggo ada di Tomia. Bandara ini dibangun sebelum Wakatobi menjadi Kabupaten," kata Bupati Wakatobi, Arhawi, di Hotel Claro, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Sosok Bahlil Lahadalia, Putra Wakatobi, Lahir di Maluku, Besar di Papua, Kini Menteri Investasi

Selama 17 tahun Bandara Maranggo masih berstatus milik Pemerintah Kabupaten Buton.

"Jadi kami berterimakasih kepada Korsupgah KPK dimana hari ini, membantu daerah untuk menertibkan aset milik masing-masing kabupaten," ucap Arhawi.

Politisi Golkar ini bersyukur dan bangga terhadap pencapaian tersebut. 

Sebab ini merupakan akhir masa jabatannya.

“Alhamdulillah usaha dan perjuangan kita selama ini terkait aset Bandara Maranggo akhirnya membuahkan hasil yang baik. Pemkab Buton telah menyetujui penyerahan aset tersebut ke Pemkab Wakatobi,” ungkapnya.

Baca juga: Hardiknas 2021, Komunitas Pencinta Alam Pulau Tomia Wakatobi Bersihkan Sampah Plastik di Pantai

Sebelumnya secara simbolis penyerahan aset Bandara Maranggo di Pulau Tomia dari Pemkab Buton sudah dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Buton.

Berdasarkan keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton nomor: 09/DPRD/V/2021, tentang permohonan persetujuan penghapusan barang milik daerah. 

Surat Keputuran ini tertanggal 19 Mei 2021. Dengan tindak lanjut penyerahan kepada Pemkab Wakatobi.

Diakui Arhawi sebelum berpindah kepemilikan Bandara Maranggo, sangat sulit menertibkan aset daerah berupah pungutan retribusi.

"Setelah kita terima aset ini, maka kedepannya kita akan menata kembali. Supaya sumber pendapatan daerah bisa menjadi kewenangan kami untuk dikelola secara baik," ucapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved