Breaking News:

Hari Pendidikan Nasional 202

Hardiknas 2021, Komunitas Pencinta Alam Pulau Tomia Wakatobi Bersihkan Sampah Plastik di Pantai

Komunitas di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi itu menggelar bakti sosial di Pantai Hundue, Desa Kollo Soha Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.

Penulis: Husni Husein | Editor: Risno Mawandili
Istimewa
SAMPAH PLASTIK - Tampak berserahkan sampah plastik di Pantai Hundue, Desa Kollo soha Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra. KPA Tomia telah mebersikan sampah, memperingati Hardiknas, Minggu (2/5/2021).  

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Banyak cara merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021. Pada intinya pesan mengedukasi sesama diarah yang baik.

Seperti yang dikerjakan Komintas Pencinta Alam (KPA) Tomia

Komunitas di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi itu menggelar bakti sosial di Pantai Hundue, Desa Kollo Soha Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Minggu (2/5/2021)

Mereka giat membersihkan area pantai yang dikotori sampah plastik. 

BAKTI SOSIAL - KPA Tomia telah mebersikan sampah plastik, di Pantai Hundue, Desa Kollo Soha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Minggu (2/5/2021).  Bakti sosial digelar memperingati Hardiknas.
BAKTI SOSIAL - KPA Tomia telah mebersikan sampah plastik, di Pantai Hundue, Desa Kollo Soha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Minggu (2/5/2021).  Bakti sosial digelar memperingati Hardiknas. (Istimewa)

Aprizal (25) selaku anggota KPA Tomia berharap, setiap orang lebih mencintai alam.

"Tak perlu mempunyai pendidikan yang tinggi untuk menerapkan tingkah laku yang baik kepada alam,'' kata Aprizal.

Aprizal membeberkan, sampah berserkan tampak menumpuk di pantai kemungkian berasal dari lautan dalam.

Sampah itu akan menumpuk di pantai saban angin muson barat bertiup.

Pasalnya, saat itu hantaman gelombang ombak lautan menjadi lebih tinggi. 

Baca juga: Harapan Warga Binaan KLPA Kelas II A Kendari di Hardiknas: Ingin Sekolah Lagi

Baca juga: Harapan Guru Baubau di Hardiknas 2021: Pandemi Covid-19 Berlalu, Mulai Bosan Belajar Daring

Baca juga: Hardiknas 2021, Dikbud Sulawesi Tenggara Harap Tak Ada Lagi Siswa Putus Sekolah Karena Biaya

Ia menjamin sampah tidak bersal dari warga sekitar karena sudah peduli dengan keindahan pantai.

"Memang setiap musim barat, sampah sampah ini akan bermunculan yang di bawah oleh ombak dari lautan, tapi tentu sampah ini adalah ulah manusia itu sendiri," ujar Aprizal.

Aprizal menguraikan, kegiatan yang mereka lakukan itu agar menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga keindahan alam.

"Kan kita juga yang nikmati apabila alam kita asri, enak dipandang, udara segar, dan mendatangkan wisatawan," ucapnya. (*)

(Husni husein/TribunnewsSultra.com) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved