Berita Kolaka
Permukiman Warga di Kolaka Tergenang Akibat Ulah PT CNI, Ketua DPRD Sultra: Harus Dipastikan Dulu
Dirinya mengaku enggan langsung percaya pada kejadian itu, lantaran perlu pembuktian terlebih dahulu.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/abdurrahman-pan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara (DPRD Sultra) Abdurrahman Saleh merespon tercemarnya pemukiman warga di Kolaka.
Dirinya mengaku enggan langsung percaya pada kejadian itu, lantaran perlu pembuktian terlebih dahulu.
Sebelumnya, sejumlah emak-emak ribut dengan pihak PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (17/5/2021).
Sebab, warga terdampak banjir limbah tambang di Desa Ponre Waru, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.
Baca juga: Emak-emak di Kolaka Ribut dengan PT CNI Gegara Pemukiman dan Kebunnya Terdampak Aktivitas Tambang
Sejumlah emak-emak akhirnya mendatangi pihak PT CNI meminta pertanggung jawaban.
Dalam video yang beredar, dengan nada tinggi, dua emak-emak tersebut beradu mulut dengan perwakilan PT CNI.
"Saat ini kita semua tak bisa saling menuduh apalagi informasi yang beredar itu sifatnya umum," Kata Abdurahman Saleh, Jumat (21/5/2021).
Abdurahman Saleh mengatakan, semua perusahaan yang ada di Sulawesi Tenggara harus mematuhi segala peraturan tata cara menambang.
"Harus ada evaluasi pertahunnya kejadian yang terjadi," Ucap Abdurahman Saleh.
Emak-Emak Ribut
Sejumlah emak-emak ribut dengan pihak PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (17/5/2021).
Sebab, warga terdampak banjir di Desa Ponre Waru, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka.
Banjir tersebut merupakan imbas dari jebolnya tanggul penahan air di PT CNI yang mengakibatkan pemukiman dan kebun warga tergenang.
Sejumlah emak-emak akhirnya mendatangi pihak PT CNI meminta pertanggung jawaban.
Dalam video yang beredar, dengan nada tinggi, dua emak-emak tersebut beradu mulut dengan perwakilan PT CNI.