Info BMKG
Kata BMKG Terkait Kabar Adanya Fenomena Gelombang Panas di Indonesia
Berkaitan dengan informasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan tanggapannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-panas.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Baru-baru ini beredar informasi yang menyebut adanya fenomena gelombang panas di Indonesia.
Dalam narasinya dipaparkan bahwa Indonesia, Malaysia, dan sejumlah negara lain tengah mengalami gelombang panas.
Pesan tersebut beredar melalui media sosial serta aplikasi perpesanan, WhatsApp.
"Buat saudara ku yang baik
Siapkan diri menghadapi
Gelombang Panas
AWAS..!!!!! GELOMBANG PANAS KINI MELANDA NEGARA KITA ... ," bunyi potongan pesan tersebut.
Baca juga: Info BMKG Prakiraan Cuaca di Indonesia Rabu, 19 Mei 2021
Berkaitan dengan informasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan tanggapannya.
Kepala Sub Bidang Siklon Tropis BMKG Miming Saepudin menjelaskan, menurut Organanisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas atau dikenal dengan heatwave merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.
Adapun dalam jangka tersebut suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celcius atau lebih.
Baca juga: Keluhkan YouTube Down hingga Trending Topik di Twitter, Pengguna : Kirain Sinyal Internet yang Lemot
"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika," ungkap Miming kepada Tribunnews.com melalui keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).
Secara dinamika atmosfer, lanjutnya, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.
Seperti misalnya ada sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan terjadi cukup lama.
Lebih jauh diterangkan, BMKG menjelaskan secara geografis wilayah Indonesia berada di sekitar wilayah ekuatorial.
Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 Segera Dibuka, Berikut Jadwal serta Dokumen yang Harus Disiapkan
Sehingga memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda dengan wilayah lintang menengah-tinggi.