Tribun Corner
Empat Kegunaan Harta Bagi Agama Hindu
Dalam ajaran Hindu, empat manfaat harta dalam kehidupan itu yaitu dharma, artha, kama dan moksa.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dalam pendangan agama Hindu, ada empat kegunaan harta yang wajid diteladani umat Hindu ketika hidup di dunia.
Dalam ajaran Hindu, empat manfaat harta dalam kehidupan itu atau dikenal Catur Purusa Artha terdiri dari, dharma, artha, kama dan moksa.
Hal tersebut disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Sulawesi Tenggara, I Nyoman Sudiana, dalam acara Tribun Corner, Senin (10/5/2021).
Acara bertema Edukasi Keuangan Berbasis Agama ini dipandu wartawan TribunnewsSultra.com, Sri Rahayu.
Talkshow ini berlangsung di Kantor TribunnewsSultra di Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Baca juga: Edukasi Keuangan Ala Ketua PWNU Sultra: Belajar dari Semut, Jangan Besar Pasak dari Tiang
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan TribunnewsSultra.com
Disarankan secara langsung melalui kanal Facebook dan Youtube dengan akun Tribunnews Sultra Official.
Nyoman menjelaskan dalam catur purusa artha yang pertama adalah dharma yang berarti gunakan harta itu untuk kebaikan.
"Jadi semua harta yang dimiliki harus digunakan untuk kebaikan, misalnya membantu orang miskin, berzakat atau misalnya untuk pembangunan tempat suci dan yang lainnya," ujar Nyoman.
Kemudian yang kedua yaitu arta yang berarti gunakanlah kekayaan itu untuk kembali, memunculkan kembali atau bisa diartikan menghasilkan harta yaitu dengan investasi.
"Sebagian kita harus memang menginvestasikan harta yang dimiliki misalnya melalui kerjasama dengan rekan bisnis, kita beli tanah, menambah modal, atau bisa dengan membuat koperasi," kata Nyoman.
Lalu yang ketiga kama yaitu kesenangan yang artinya kita memang boleh dari sebagian harta itu buat kesenangan.
Misal dengan jalan-jalan untuk makan atau hiburan ini dibolehkan dalam ajaran agama Hindu.
Bukan hanya fokus dengan investasi terus yang akan menyiksa diri tanpa memikirkan kesenangan atau kebahagiaan sendiri, hal itu tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu.
"Boleh misalnya membeli handphone namun sesuai dengan proporsi misal gaji Rp1 juta tapi beli handphone Rp10 juta artinya tak ada harta untuk di investasikan" jelas Nyoman.
Baca juga: Pendeta Marthen Sambira: Edukasi Keuangan Pada Masyarakat Sultra Masih Sangat Rendah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/talk-show-tribun-corner.jpg)