Partai Ummat
Sosok Amien Rais, Ridho Rahmadi, Ansufri Idrus Sambo, MS Kaban di Struktur Pengurus Partai Ummat
Sosok Amien Rais, Ridho Rahmadi, Ansufri Idrus Sambo, MS Kaban di struktur pengurus Partai Ummat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok Amien Rais, Ridho Rahmadi, Ansufri Idrus Sambo, MS Kaban di struktur pengurus Partai Ummat.
Partai besutan Amien yang merupakan mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya secara resmi dideklarasikan pada Kamis (29/4/2021).
Dalam kepengurusan, Amien Rais mengemban jabatan Ketua Majelis Syuro.
Selain Amien, di Dewan Majelis Syuro, ada MS Kaban sebagai Wakil Ketua I, Habib Thalib Segaf Adjufri menjadi Wakil Ketua II dan Ansufri Idrus Sambo sebagai Sekretaris.
Di Dewan Pengurus Pusat (DPP), politisi muda Ridho Rahmadi ditunjuk menjadi Ketua Umum.
Baca juga: Apa itu KKB Papua yang Resmi Dinyatakan sebagai Teroris, Terkenal Kejam dengan Rentetan Aksi Teror
Dia didampingi oleh Sekretaris Jenderal yang diisi oleh Ahmad Muhajir Sodruddin.
Sementara, untuk Bendahara Umum Benny Suharto.
Kursi Wakil Ketua Umum (Waketum) I diduduki oleh Agung Mozin, Waketum II Sugeng, dan Waketum III Chandra Tirta Wijaya.
Ketiganya merupakan politisi senior di Indonesia yang sebelumnya pernah berada di kapal PAN.
Berikut selengkapnya struktur pengurus Partai Ummat, ada sosok Amien Rais, Ridho Rahmadi, Ansufri Idrus Sambo, MS Kaban, dan lainnya:
* Majelis Syuro:
- Ketua: Muhammad Amien Rais
- Wakil Ketua I: MS Kaban
- Wakil Ketua II: Thalib Aldjufri
- Sekretaris: Ansufri Idrus Sambo
* Dewan Pengurus Pusat:
- Ketua Umum: Ridho Rahmadi
- Wakil Ketua Umum I: Agung Mozin
- Wakil Ketua Umum II: Sugeng
- Wakil Ketua Umum III: Chandra Tirta Wijaya
- Sekretaris Jenderal: Ahmad Muhadjir Sodruddin
- Bendahara Umum: Benny Suharto
Resmi Dideklarasikan

Partai Ummat besutan Amien resmi dideklarasikan pada Kamis (29/4/2021).
Acara tersebut ditayangkan di akun YouTube Amien Rais Official pada pukul 13.00 WIB.
Tampak dari tayangan itu, Amien yang merupakan mantan politisi PAN beserta tokoh-tokoh yang hadir menyanyikan Indonesia Raya sebagai pembukaan acara.
Pada deklarasi itu, Tribunnews.com dikutip TribunnewsSultra.com melihat kehadiran Neno Warisman, Ridho Rahmadi, Tasniem Rais, hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo.
Deklarasi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Amien Rais pun memberikan sambutan berkaitan dengan Partai Ummat, partai terbarunya setelah ia tidak lagi berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).
“Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya akan bekerja, berjuang dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di Indonesia,” kata Amien.
Dalam deklarasi, Amien dan sejumlah anggota partai terlihat mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam lengkap dengan aksen garis berwarna kuning keemasan.
Untuk anggota perempuan, mereka memadukan jas hitam itu dengan hijab warna kuning keemasan juga.
Di jas masing-masing anggota, terdapat lambang Partai Ummat berupa bintang yang berada di dalam kontak.
“Kami sadar, menegakkan kebajikan dan memberantas keburukan, memobilisasi dan menegakkan keadilan serta menumpas kezaliman butuh ketekunan dan ketangguhan,” katanya.
Ia juga menekankan, bahwa setiap ibadah yang dilakukan setiap anggota Partai Ummat didedikasikan hanya untuk Allah SWT.
“Kami yakin, semua mekanisme demokrasi dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan kebaikan dan perbaikan nasional. Sehingga, kita tidak perlu cara ekstra parlementer dan ekstra konstitusional,” tandasnya.
Dilaksanakan di Daerah
Dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Agung Mozin mengatakan deklarasi Partai Ummat ini juga dilaksanakan di daerah.
“Yang mengharukan, kader partai di daerah urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing. Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaus sampai makanan buka puasa,” katanya.
Ia mengaku optimis Partai Ummat memiliki masa depan yang baik di tengah kondisi politik yang tidak menentu saat ini.
Agung juga mengklaim elektabilitas Partai Ummat mencapai 1,5 persen sebelum dideklarasikan.
Dalam acara deklarasi, terlihat Buni Yani yang merupakan korban UU ITE beberapa waktu lalu terlihat ikut bergabung dengan Partai Ummat.
Selain Buni, tampak juga Neno Warisman, aktris tahun 1980-an yang kini aktif menjadi aktivis keadilan.
Cerita Penunjukan Ketua Umum
Agung Mozin membeberkan cerita dibalik penunjukkan Ridho Rahmadi sebagai ketua umum Partai Ummat.
Agung menceritakan bahwa Ridho ditunjuk ketika mengikuti pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.
Ridho disebut tak bisa menolak panggilan itu meski selama ini fokus untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.
“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho yang diceritakan oleh Agung, dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021).
Agung mengungkap pula latar belakang Ridho.
Ridho disebutnya mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.
Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS.
Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat.
Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, Agung mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan yang sangat tepat dari Majelis Syuro.
Sebab, kata dia, partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.
“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.
Tidak cuma itu, Agung menambahkan usia Ridho yang masih milenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.
“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.
Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup.
“Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho," tandasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com.