Jelang Idul Fitri 2021

Pro Kontra Perantau di Kota Kendari Tanggapi Larangan Mudik Lebaran 2021 Pemerintah

Sejumlah perantau di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pro kontra dengan kebajikan larangan mudik Lebaran 2021.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Fadli Aksar
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Sejumlah perantau di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pro kontra tanggapi kebajikan larangan mudik Lebaran 2021. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah perantau di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pro kontra tanggapi kebajikan larangan mudik Lebaran 2021.

Sonia (25) wanita asal Maluku itu menyetujui larangan mudik.

Meski semula ia tak menyetujui, namun setelah melihat lonjakan kasus Covid-19 di India, ia berpendapat agar tak mudik lebaran tahun ini.

"Awalnya saya menganggap apasih mudik dilarang, sedangkan tempat wisata, mal tetap dibuka. Tapi setelah berita mengenai kasus COVID 19 di India sekarang ini, saya sadar kalo Virus ini bukan main-main," kata Sonia.

Baca juga: Wali Kota Kendari Absen saat Rakor Virtual Jelang Mudik dengan Kapolri Jenderal Polri Listyo Sigit

Baca juga: Danrem 143/Haluoleo Kendari Ultimatum TNI dan Keluarganya Tak Mudik Lebaran: Beri Contoh Masyarakat

Menurut Sonia, virus ini nyata, mudik merupakan langkah kecil untuk meminimalisir pandemi Covid-19 ini.

"Kasihan yang di kampung, karna kita tidak tahu apakah kita membawa virus atau tidak," katanya.

Berbeda dengan Astri (23) mahasiswi asal Yogyakarta yang menempuh pendidikan di Kendari ini mengaku tak setuju dengan adanya larangan mudik.

Ia berpendapat tak seharusnya pemerintah melarang warganya untuk berkumpul suka cita di hari raya nanti.

"Kalau kaitan nya dengan Covid 19 kan bisa nanti rapid kalaupun hasilnya positif ya sudah dilarang mudik tapi jangan meratakan setiap orang, Warga India dan Cina ke Indonesia kok tidak dilarang," katanya.

Kapolres Larang Mudik

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari AKBP Didik Erfianto melarang warga mudik ke kampung halaman bila tidak mendesak.

Hal itu diutarakan usai rapat koordinasi lintas sektoral secara virtual untuk mempersiapkan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H, Kamis (29/4/2021).

Rakor dipimpin Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, diikuti seluruh Polda dan Polres se Indonesia.

Juga berlangsung di Markas Polres Kendari Jl D I Panjaitan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Turut hadir Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari Letkol Kav Agus Waluyo.

Rapat koordinasi lintas sektoral secara virtual dalam rangka mempersiapkan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H di pimpin oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo di ruang rapat Rupatama Polrestabes Kendari.
Rapat koordinasi lintas sektoral secara virtual dalam rangka mempersiapkan pengamanan menjelang Idul Fitri 1442 H di pimpin oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo di ruang rapat Rupatama Polrestabes Kendari. (Husni Husein/Tribunnewssultra)

"Diimbau kepada masyarakat kalau tidak perlu, yah cukup lebaran di Kota Kendari saja," katanya.

Kendati begitu, mantan Kapolres Wakatobi itu meminta kepada warga yang terpaksa mudik harus mematuhi protokol kesehatan.

Didik mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme mudik lebaran 2021, sebab surat edaran akan dikeluarkan pemerintah daerah.

"Terkait itu nanti ada edaran yang mengatur dari Gubernur (Sultra)," kata Didik kepada Tribunnewssultra.com.

Terkait rapat tertutup secara virtual itu, Kapolres Kendari untuk mempersiapkan pengamanan di tingkat Polres Kendari jelang mudik Lebaran 2021..

Khususnya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Ultimatum TNI dan Keluarga

Komandan Resor Militer (Danrem) 143 Haluoleo Kendaru, Brigjen TNI Jannie Aldrian Siahaan ultimatum prajurit TNI dan keluarganya.

Jannie meminta TNI dan keluarganya agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan tidak mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2021.

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral secara virtual bersama kepolisian dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (29/4/2021).

"Jangan sampai sebelum masyarakat yang mudik kita dari Anggota TNI dan keluarga TNI yang mendahului mudik," Kata Aldrian dalam virtual zoom itu.

Jannie mengatakan TNI akan ikut bersiaga setelah surat edaran berupa keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran.

Baca juga: Kapolres Kendari Larang Warga Mudik Bila Tak Mendesak, Rakor dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Baca juga: Polres Kendari Siagakan Personel di 11 Titik Posko Pengamanan Mudik Lebaran

Nantinya juga, surat edaran itu akan disosialisasikan kepada TNI Angkatan Darat (AD) dan masyarakat.

Ia pun menegaskan untuk memutus rantai penyebaran Covid 19 seluruh anggota TNI selalu jaga Protokol Kesehatan.

"Selalu mematuhi aturan pemerintah tentang larangan mudik dan selalu mensosialisasi kepada keluarga, apalagi penegakan prokes Covid-19," ujar Danrem.

Dalam kesempatan yang sama ia menegaskan kembali agar seluruh TNI tak memberi contoh kepada masyarakat untuk mudik lebaran.

"Serta ikut membantu Polda Sultra untuk bersama sama menjaga keamanan selama bulan Ramadan dan pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 H," katanya.(*)

(Tribunnewssultra.com/Husni Husein)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved