Minggu, 3 Mei 2026

Demo Buruh Pelabuhan Bungkutoko

Ketua TKBM Bungkutoko : 200 Buruh Pelabuhan Bungkutoko Tak Bekerja Hampir 2 Bulan

Khususnya para tenaga kerja bongkar muat atau TKBM di Pelabuhan Bungkutoko New Port (KNP).

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Ketua TKBM Bungkutoko : 200 Buruh Pelabuhan Bungkutoko Tak Bekerja Hampir 2 Bulan
Muhammad Israjab/ TribunnewsSultra.com
Demonstrasi buruh tergabung sebagai tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tunas bangsa mandiri di kantor KSOP Kendari, Jalan Pelabuhan Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sekira 200 buruh pelabuhan Bungkutoko tak lagi bekerja selama 2 bulan.

Khususnya para tenaga kerja bongkar muat atau TKBM di Pelabuhan Bungkutoko New Port (KNP).

Ini disampaikan Ketua TKBM Tunas Bangsa Mandiri Bungkutoko, Irwan menyatakan belum adanya rekomendasi dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Kendari.

"Mungkin 2 bulan, 200 buruh tidak bekerja karena adanya kebijakan-kebijakan terkait tidak ada rekomendasi untuk bekerja di pelabuhan ini," kata Irwan saat menggelar demonstrasi di kantor KSOP Kendari, Jalan Pelabuhan Bungkutoko, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Kawasan Kumuh Puday-Lapulu Disulap Menjadi Tempat Wisata, Papalimbang Jadi Pemandu

Baca juga: Eks Kepala KSOP Kendari Titip Penuntasan Fasilitas Pelayanan Publik ke Pejabat Baru

Irwan menuturkan, KSOP Kelas II Kendari juga beralasan kewenangan mengeluarkan rekomendasi terhadap buruh bongkar muat ini bukan mereka.

"Alasannya KSOP Kendari rekomendasi itu bukan lagi wewenang mereka sehingga kami meminta klarifikasi mereka hari ini," ucapnya.

Aksi demonstrasi yang digelar Rabu (28/4/2021) buntut tidak terealisasi janji tersebut.

Demonstrasi Buruh Pelabuhan

Sebelumnya, unjuk rasa buruh Pelabuhan Bungkutoko, Kendari, Sulawesi Tenggara minta rekomendasi Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Kendari untuk bekerja bongkar muat.

Koordinator aksi, Irwan menyebut bahwa sebelumnya kepala KSOP Kelas II Kendari menjanjikan akan segera mengeluarkan rekomendasi dalam waktu 2 Minggu.

"Hari ini kami menuntut agar rekomendasi itu dikeluarkan supaya kami bekerja bongkar muat di daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKr) atau daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKp)," katanya saat menggelar demonstrasi di kantor KSOP Kendari, Jalan Pelabuhan Bungkutoko, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Wali Kota Kendari Protes ke Otoritas Pelabuhan Soal Kapal Tongkang Parkir di Teluk Kendari

Baca juga: Pengendara Minta Jalan Menuju Pelabuhan Kendari Cepat Diperbaiki: Banyak Penumpang Kapal Mau Lewat

Aksi buruh ini tergabung dalam tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tunas bangsa mandiri.

Para demonstran menuntut supaya rekomendasi segera dikeluarkan.
Jika tidak dikeluarkan rekomendasi bekerja, massa aksi akan terus menduduki kantor KSOP hingga tuntutan diterima.

"Kami akan terus berada disini jika tidak didengar tuntutan kami," ucap koordinator aksi.

Pantauan TribunnewsSultra.com, akibat blokade jalan aktivitas bongkar muat di dalam dan luar pelabuhan lumpuh akibat sejumlah massa demonstran menutup akses jalan kendaraan peti kemas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved