Kapal Terbakar di Selat Buton
Ternyata Warga Amerika Serikat Kapten Kapal Puti Raja yang Terbakar dan Tenggelam di Selat Buton
Kapal pesiar phinisi Puti Raja yang terbakar dan tenggelam di Selat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ternyata dinakhodai warga asal Amerika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kapal-klm-putih-raja-terbakar-di-selat-buton.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kapal Puti Raja yang terbakar dan tenggelam di Selat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ternyata dinakhodai warga asal Amerika Serikat (AS).
Kebakaran kapal pesiar phinisi yang biasa ditumpangi wisatawan tersebut terjadi pada Senin (20/04/2021) malam.
Berdasarkan informasi TribunnewsSultra.com, Selasa (20/04/2021), warga negara asing (WNA) asal AS yang menjadi kapten kapal phinisi tersebut yakni Ken Wiedenhoeft.
Pria berusia 84 tahun tersebut merupakan kapten kapal phinisi yang biasa ditumpangi para wisatawan itu.
Tiga awak kapal merupakan warga negara Indonesia (WNI) yakni Josephine (67), Benny Raiwaki (56), dan Jalil Loji (33).
Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal KLM Putih Raja Terbakar di Tengah Laut Selat Buton, Bawa 4 Penumpang dan Beras
Baca juga: Kesaksian Warga Detik-Detik Terbakarnya Kapal KLM Putih Raja di Selat Buton
Josephine sekaligus owner atau pemilik sekaligus nakhoda kapal layar tersebut.
Sedangkan, Benny dan Jalil bertugas sebagai kru mesin.
Pemilik, kapten, maupun kru kapal tersebut dilaporkan selamat dari insiden terbakar dan tenggelamnya Kapal Puti Raja tersebut.
Kapal tersebut dikabarkan berlayar dari Yapale Pulau Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, menuju Pulau Sumbawa.
Terbakar di Selat Buton
Sebelumnya diberitakan, Kapal KLM Putih Raja terbakar di tengah laut Perairan Selat Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/04/2021) malam.
Informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com, menyebutkan Kapal Layar Motor (KLM) Putih Raja tersebut terbakar di antara Pulau Towea dan Pulau Tampo, Kabupaten Muna, sekitar pukul 19.30 wita.
Kapal KLM Putih Raja dalam perjalanan dari Buton ke Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Informasi awal menyebutkan kapal tersebut mengangkut beras dan empat penumpang.
Seluruh penumpang dikabarkan selamat.