Aksi Ugal-ugalan Sopir Bus Batik Solo Trans Jadi Viral, Gibran Rakabuming Minta Maaf
Aksi ugal-ugalan sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang menjadi viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/penampakan-bst-yang-viral.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapannya terkait aksi ugal-ugalan sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang menjadi viral di media sosial.
Dilansir dari TribunSolo.com, sebelumnya akun Instagram @visitsurakarta mengunggah foto yang memperlihatkan bus BST berada di luar jalur.
Nampak bus berwarna merah itu melewati marka jalan dan masuk ke jalur yang berlawanan arah.
Akibat ulah pengemudi bus tersebut, sebuah mobil terpaksa keluar dari badan jalan untuk memberi jalan bus BST.
"Waduuuww sumpek dalane. Ngarep SMK Sahid (waduh penuh jalannya, di depan SMK Sahid-red)," tulis akun tersebut pada kolom takarir.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib 3 Ramadan 1442 H atau 15 April 2021 di Sulawesi Tenggara
Tidak disangka, unggahan itu mendapat tanggapan langsung dari Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Gibran nampak menuliskan permohonan maaf sekaligus menyatakan akan menindak tegas kasus tersebut.
"Mohon maaf. Akan kami tindak tegas," tulisnya melalui akun @gibran_rakabuming.
Respon Dishub Solo
Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno menerangkan, bahwa pihak Dishub telah menegur pihak BST.
Ia sampaikan pengemudi dari bus tersebut telah mendapat Surat Peringatan (SP) dari manajemen PT Batik Solo Trans.
"Kami tegur dan memberikan peringatan keras, bila mengulangi lagi bisa sampai pada putusan hubungan kerja (PHK),” ujar Hari kepada TribunSolo.com, Rabu (14/4/2021).
Baca juga: Kebar Gembira, Insentif Puluhan Nakes di Konawe Bakal Segera Dibayar, Pemda Siapkan Rp3,71 Miliar
Menurutnya kejadian tersebut dilakukan oleh seorang driver BST yang nekat masuk jalur bebeda arah di kawasan depan SMK Sahid, Jalan Yosodipuro, Senin (12/4/2021).
“Alasanya mungkin dulu di tempat kerja sebelumnya bekerja tidak menggunakan SOP kemudian sekarang harusnya pakai SOP,” paparnya.
"Kan BST juga tidak dikejar setoran, ada regulasi dan aturan yang harus dikendalikan tentu bisa memberikan kenyamanan serta keselamatan di jalan,” tambahnya.