Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
Perbaikan Jalan Andoolo-Tinanggea Diusul di APBD Perubahan 2021, DPRD Sultra: Tak Ada Pilihan Lain
Perbaikan jalan poros Andolo-Tinanggea, Konawe Selatan (Konsel), tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat ini.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Perbaikan jalan poros Andolo Tinanggea, Konawe Selatan ( Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat ini.
Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra, Suwandi Andi, mengatakan, perbaikan jalan rusak tersebut belum dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD 2021.
Saat ini, anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra khususnya untuk perbaikan jalan sudah menipis.
Meski demikian, perbaikan jalan poros Andolo-Tinanggea, Konsel, tersebut akan diusulkan pada APBD Perubahan 2021.
“Tak ada pilihan lain, satu-satunya jalan kita membahas anggaran itu, pintunya, wilayahnya, di perubahan anggaran pada Juli 2021,” kata Suwandi dikonfirmasi melalui telepon seluler (ponsel), Kamis (8/4/2021).
Baca juga: Dinas Bina Marga Sultra Akui Masih Banyak Jalan Rusak, Anggaran Hanya Rp300 Juta
Baca juga: Curhatan Bu Kepsek SD di Konawe Selatan Jatuh di Jalan Rusak, Lutut Lecet: Kenyang Makan Janji
Apalagi, katanya, kondisi keuangan Pemprov Sultra saat ini menipis.
Meski belum bisa diaspal, katanya, Pemprov Sultra dan DPRD Sultra sudah sepakat untuk memperbaki kerusakan jalan tersebut semampunya.
“Kalau tidak bisa diaspal karena keterbatasan anggaran, paling tidak difungsionalkan, penimbunan, diratakan lobang-lobang jalannya. Nanti selanjutnya diaspal,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia mengatakan, telah mencoba segala hal agar Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konsel, diperbaiki secepatnya.
Bahkan, mencari sisa anggaran di Pemprov Sultra.
Namun ternyata, anggaran untuk infrastruktur dan konstruksi perbaikan jalan di Pemprov Sultra itu tersisa Rp300 juta saja.
Suwandi menambahkan, Jalan Poros Andoolo-Tinanggea memang tak masuk dalam skala prioritas APBD Pokok 2021 lalu.
Meski demikian, dia menegaskan, pemerintah akan tetap memperbaiki kerusakan jalan tersebut.
Suwandi mengatakan, sangat menghargai aspirasi masyarakat.
Namun, dia berharap mereka bersabar.
“Jadi partisipasi masyarakat di sana patut kita apresiasi, tapi kemudian harus memahami, bahwa ini anggaran, anggaran kecil,” ujarnya.
Warga Tanam Pisang

Sebelumnya, masyarakat Konsel menanam puluhan pohon pisang, di tengah jalan, mulai dari Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Desa Lalowatu, dan Desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel.
Warga juga memutus akses jalur transportasi darat yang menguntungkan 5 kabupaten, Konawe Selatan, Bombana, Konawe, Kolaka Timur dan Kota Kendari.
Badan jalan ditutup dengan gundukan tanah dan bongkahan batu besar, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melintas, sejak Minggu (4/4/2021).
Akibatnya, pengendara roda empat harus mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke tempat tujuan.
Permintaan perbaikan jalan sudah sering disuarakan, baik ke calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konsel, Provinsi Sultra, maupun pemda setempat.
Tapi, sejak 2019 hingga April 2021 permintaan itu tak pernah digubris, mereka bersepakat menanam pohon pisang di sepanjang jalan.
Sebab, hanya itu yang mereka bisa lakukan sebagai ungkapan kekecewaan kepada pemerintah.
"Herannya, mengapa akses ini dekat dengan ibukota provinsi, justru diabaikan. Ada apa sebenarnya, sehingga tidak diperhatikan Provinsi Sulawesi Tenggara?" ujar warga desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Jusmani, Senin (5/4/2021).
Jusmani merupakan satu di antara warga yang ikut gerakan protes, tanam pohon pisang dan blokade Jalan Poros Andoolo-Tinanggea menggunakan bebatuan.
Kata dia, aksi protes itu sudah dilakukan selama sepekan, pantang berhenti jika kerusakan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea tak diperbaiki.
"Kami tidak akan berhenti protes sebelum ada realisasi perbaikan jalan. Bukan sekadar janji. Karena janji sudah sering, kita ingin dikerjakan," tegasnya.
Setidaknya, apa yang dikatakan Jusmani ada benarnya.
Jarak Jalan Poros Andoolo-Tinanggea terbilang dekat dari Kota Kendari.
Jika berkaca pada peta digital Goole Maps, jarak tempuh dari Kota Kendari menuju Kecamatan Tinanggea sekira 98 kilometer.
Dapat ditempuh menggunakan mobil dengan waktu 2,16 jam.
Sementara itu, jarak tempuh dari Kota Kendari menuju Kecamatan Andoolo, cuma sejauh 84,5 kilometer.
Jarak tempuh menggunakan mobil butuh waktu 1,56 jam.
Selain dekat dengan Kota Kendari, Jalan Poros Andoolo-Tinanggea juga dekat dengan ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan.
Di mana, Kecamatan Andoolo merupakan ibukata Kabupaten Konawe Selatan.
Ditambal saat Presiden Datang
Warga Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Supri (45) mengatakan, jalan rusak sempat diperbaiki saat pemerintah pusat dari Jakarta datang ke Konawe Selatan.
Bahkan, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, 22 Oktober 2020 lalu, jalan sempat ditimbun.
Pemerintah setempat menimbun lubang jalan itu menggunakan material tanah, bukan aspal.
“Tapi ternyata Jokowi naik helikopter, tidak jadi lewat sini," katanya, Rabu (7/4/2021).
Tanah timbunan penutup lubang itu hanya bertahan beberapa hari, apalagi saat hujan mengguyur Konawe Selatan dan sekitarnya, jalan kambali rusak.
Supri menyebut, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal, baik dialami pengendara dari daerah lain, maupun warga setempat sendiri.
Para warga akhirnya bersepakat menanam puluhan pohon pisang sebagai bentuk protes mereka kepada pemerintah.
"Kalau perlu sampai pohon pisang ini berbuah, kami tidak akan cabut selama belum diaspal," katanya.
Dana Perbaikan Jalan Sisa Rp300 Juta
Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga, Abdul Rahim mengakui masih banyak jalan rusak di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurutnya, semua jalan rusak yang ada di Sultra menjadi prioritas dari Dinas SDA dan Bina Marga.
Namun, pihaknya belum bisa melakukan perbaikan beberapa jalan karena keterbatasan anggaran yang dikelola Dinas SDA dan Bina Marga Sultra.
"Untuk anggaran perbaikan dan perawatan rutin jalan itu sangat minim, kami hanya diberikan Rp200-300 juta saja," katanya, Rabu (7/4/2021).
Dengan anggaran sebesar itu, harus bisa dipahami bahwa tidak semua jalan rusak bisa jangkau dinas Bina Marga untuk dilakukan perbaikan.
Tahun ini pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan jalan di beberapa kabupaten yakni Konawe Selatan (Konsel), Buton Utara (Butur) dan Kabupaten Muna.(*)
(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)