Minggu, 26 April 2026

Air Bersih di Kendari

Warga Kendari Kesal Air PDAM Keruh Kecoklatan, Ternyata Mengalir Seminggu Sekali

Sejumlah warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa keruh.

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Warga Kendari Kesal Air PDAM Keruh Kecoklatan, Ternyata Mengalir Seminggu Sekali
Tribunnews
Sejumlah warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa keruh.(Foto ilustrasi) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa keruh.

Tak hanya itu, warga juga kesal dengan jadwal air mengalir yang tidak menentu.

Seperti diungkapkan Rima (36) warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Kotoran air mengendap seperti lumpur di wadah penampungan setelah habis digunakan.

"Airnya keruh kecoklatan. Ketika airnya habis, di ember kelihatan lumpur," katanya, Jumat (26/7/2021).

Baca juga: Sudah Seminggu Satu Mesin PDAM Kendari Rusak, Air Mengalir 5 Hari Sekali

Baca juga: PDAM Tirta Anoa Gaet PT Adhy Karya Investasi Rp380 Miliar Atasi Krisis Air Bersih di Kendari

Bukan hanya keruh, warga juga keluhkan jadwal pelayanan tidak sesuai.

Menurut Ikbal (41) warga Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, mengatakan air PDAM mengalir seminggu sekali.

"Sudah lama air PDAM tidak teratur jadwalnya. Biasanya 3 hari sekali mengalir tapi ini seminggu sekali," ucapnya.

Mesin Pompa Rusak

Satu unit mesin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari rusak selama seminggu terakhir.

Direktur PDAM Tirta Anoa Damin menyebut akibat kerusakan itu, terisisa hanya 2 mesin saat ini berfungsi.

“Mesin dalam perbaikan karena sudah tua, bushingnya agak aus sehingga harus dibubut, saat ini dalam pengerjaan,” kata Damin saat dihubungi, Jumat (27/3/2021).

Rusaknya mesin itu berdampak penyaluran air bersih kepada masyarakat menjadi tidak normal.

Jika biasanya air mengalir tiga hari sekali, namun kini menjadi empat sampai lima hari sekali.

Baca juga: Wali Kota Kendari Belum Melarang Pembuatan Sumur Bor, Karena Pelayanan PDAM Masih Buruk

Baca juga: Soal Pembangunan Intake PDAM, DPRD Konawe : Jangan Mereka Dapat Air Kehidupan, Kita Dapat Air Mata

Tapi Damin menyebut, akibat kerusakan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap pelayanan PDAM.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved