Air Bersih di Kendari
Sekda Kendari Larang Pemprov Sulawesi Tenggara Bangun Sumur Bor, Ini Alasannya
Tak hanya melarang pemerintah, Nahwa Umar juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sultra tidak lagi membahas rencana pembuatan sumur bor.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/sekda-kota-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Nahwa Umar, melarang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) membangun sumur bor.
Penghentian pembangunan sumur tersebut harus dimulai dengan tidak memberikan anggaran.
Permintaan itu disampaikan saat memberi sambutan pada Hari Air Sedunia ke-29 di Kolam Retensi, Jl Boulevard Kelurahan Lepo-Lepo Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Senin (22/3/2021).
Tak hanya melarang pemerintah, Nahwa Umar juga meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sultra tidak lagi membahas rencana pembuatan sumur bor.
Baca juga: Pemkot Kendari Mau Pinjam Duit Bangun Jalan Lingkar dan RS Tipe D, DPRD: Tidak Tepat
Baca juga: Pemkot Kendari Minta Camat dan Lurah Tak Beri Pelayanan Bagi Warga yang Belum Lunasi Pajak
Nahwa beralasan, banyaknya sumur bor di Kota Kendari membuat struktur tanah semakin menurun.
"Jika terus dilakukan struktur tanah yang ada semakin menurun. Ini kita bisa lihat di daerah lain. Berbahaya sekali," kata Nahwa.
Menurut dia, saat ini dampak pembuatan sumur bor belum dirasakan, namun akan berefek pada generasi selanjutnya.
Selain itu, Pemkot Kendari telah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak air bawah tanah.
Perda itu berlaku hanya untuk usaha atau kegiatan komersial, bukan untuk masyarakat umum.
Sebelumnya Pemkot Kendari mengikuti peringatan hari air dunia ke-29, berlangsung di Kolam Retensi Boulevard Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Nahwa Umar mengatakan peringatan hari air dunia ini adalah bagian meningkatkan perhatian publik dalam mengelola sumber-sumber air.
"Upaya menjaga ketahanan air ini harus dilaksanakan semua pihak, seperti menanam pohon yang kita lakukan ini," katanya.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Haeruddin C Maddi mengatakan, mereka sedang gencar menaman pohon.
Baca juga: Tanggapan Pakar Geologi Terkait Peristiwa Amblesnya Sejumlah Sumur di Klaten
Baca juga: Soal Vaksin Covid-19 Lansia di Konawe, Sekda Ferdinand Ingin Secepat Mungkin Tapi Terkendala Hal Ini
"Pada hari air dunia ini penanaman pohon sudah tahap ke dua untuk di kawasan ini sebanyak 200 pohon," ucap Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Haeruddin C. Maddi.
Sebelumnya penanaman di Bendungan Landongi sebanyak 400 pohon.
"Totalnya 600 pohon target kami 750 pohon, ini masih belum cukup," katanya.
Untuk jenis pohonya adalah tanaman produktif seperti mangga, durian lokal, rambutan.
"Sesuai instruksi Menteri PUPR, tanamannya harus produktif. Sehingga untuk di kolam retensi ini kita pilih-pilih seperti mangga, ketapang putri dan tabebuya," ucap Haeruddin. (*)
(Laporan wartawan TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)