Siswa Dipukul hingga Ditampar oleh Guru saat Kumpulkan Tugas, Ternyata Juga Kena Bully di WhatsApp
Penganiayaan terjadi di SMP Negeri di kawasan Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (17/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-ilustrasi-kekerasan-ilustrasi-pemerkosaan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Penganiayaan terjadi di SMP Negeri di kawasan Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (17/3/2021).
Terduga pelaku adalah seorang guru, sementara korbannya adalah siswa.
Tak hanya dianiaya oleh guru, korban juga mengalami perundangan oleh teman-temannya.
Korban adalah siswa berinisial J, murid kelas VII.
Saat wartawan Tribunsumsel.com meminta keterangan, korban J mengaku awal mula kejadian saat itu dirinya ingin mengumpulkan tugas di dalam ruangan guru.
Baca juga: Berawal dari Instagram Lalu ke WA, Remaja Perkosa Gadis 6 Kali hingga Hamil: Korban Diminta Aborsi
Setelah itu, J bertanya ke oknum guru tersebut tempat mengumpulkan tugas.
Namun, oknum guru itu tanpa alasan langsung menarik baju muridnya dan memukulinya.
"Saat menarik baju, oknum guru itu juga ngomong kalau tidak mau ada siswanya terlihat bodoh.
Kemudian saya juga mendapat tamparan di bahu dan saat membalikkan badan kembali terkena tamparan di bagian kepala," jelasnya melalui sambungan telepon, Kamis (18/3/2021) sore.
Baca juga: Modus Beli Gas Elpiji, Pembeli Malah Ikut Masuk ke Kamar Lalu Pegang Bagian Sensitif Korban
Mendapati perlakuan tersebut, ia bergegas keluar ruangan dan menangis karena takut seandainya mendapat tamparan lagi.
Diceritakannya, selama perjalanan pulang ke rumahnya dengan mengayuh sepeda ia tetap menangis.
"Saya juga mendapatkan bully-an dari teman di grup WhatsApp. Mereka mengolok 'Hayyu keno tabok' dan banyak lagi komentar lainnya," ucapnya dengan kejadian ini membuatnya malu untuk pergi ke sekolah.
Sementara itu, orangtua siswa tersebut mengatakan sangat Kecewa atas perlakuan salah satu oknum guru karena sekolah untuk belajar bukan dipukul.
"Tidak semestinya guru melakukan tindakan di luar batas wajar seperti itu," terangnya singkat.
Baca juga: Janji 3 Jam Kencan tapi Baru 30 Menit Sudah Menolak, Wanita Ini Dibunuh Pria Hidung Belang
Dikonfirmasi terpisah, Kepala sekolah SMPN 4 Kayuagung, Lis Fatizah mengatakan pihaknya baru mendapat laporan dan belum memanggil wali murid mengenai bagaimana cerita yang sebenarnya.