Selasa, 12 Mei 2026

Anti Mainstream, Pasangan Ini Lebih Pilih Tinggal di Bus Tingkat Tua Daripada Rumah

Pasangan ini memilih menjadikan sebuah bus tingkat tua sebagai rumah atau tempat tinggalnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Anti Mainstream, Pasangan Ini Lebih Pilih Tinggal di Bus Tingkat Tua Daripada Rumah
Mirror
Charlie dan Luke membuat bus tingkat tua sebagai rumah dengan fasilitas yang lengkap. Bagian dari dalam bus yang diubah menjadi dapur. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Keinginan memiliki rumah tinggal yang berbeda dan tidak biasa, ditunjukkan pasangan asal London, Inggris, Charlie MacVicar (26 tahun) dan Luke Walker (27 tahun).

Pasangan ini memilih menjadikan sebuah bus tingkat tua sebagai rumah atau tempat tinggalnya.

Hal ini dikarenakan keduanya tidak terlalu tertarik tinggal di rumah seperti orang pada umumnya.

Tak hanya itu, mereka menilai tinggal di rumah terlalu mahal. Sebab, banyak biaya yang akan dikeluarkan, baik pajak dan lain sebagainya.

Keduanya kemudian membeli sebuah bus tingkat tua, yang sudah tidak terpakai pada tahun 2017 lalu.

Bus ini dibeli dari sebuah perusahaan bus bernama Go Ahead London seharga 2.500 euro atau sekitar Rp42 juta.

Charlie MacVicar dan Luke Walker membeli sebuah bus tingkat seharga Rp42 juta atau 2.500 euro.
Charlie MacVicar dan Luke Walker membeli sebuah bus tingkat seharga Rp42 juta atau 2.500 euro. (Mirror)

Selanjutnya, mereka merenovasi bus tersebut menjadi rumah mewah yang menyenangkan.

Pasangan ini menghabiskan biaya sebesar 15.000 euro atau sekitar Rp255 juta untuk mengubah fungsi bus tersebut menjadi layaknya rumah.

Total uang yang mereka keluarkan untuk membeli dan merenovasi bus tersebut sebesar Rp297 juta.

Untuk mengubah bus tingkat tua menjadi sebuah rumah tinggal bukanlah hal yang mudah.

Charlie dan Luke merombak ruang inti bus yang dipenuhi bangku penumpang.

Semua kursi dilepas, termasuk tiang-tiang penyangga.

Setelah itu, mereka mulai merenovasi dan mendesain letak dan ruang yang ingin diwujudkan.

Seperti kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang tamu, dan juga tempat untuk meletakkan seluruh furnitur.

Bus tingkat yang dibuat menjadi rumah tinggal. Bagian yang dijadikan kamar tidur.
Bus tingkat yang dibuat menjadi rumah tinggal. Bagian yang dijadikan kamar tidur. (Mirror)

Rumah yang dapat berpindah tempat

Charlie mengatakan, dia dan istrinya sangat menyukai perjalanan.

Untuk itu, bus rumah ini otomatis dapat mendukung hobi dan keinginan mereka.

Tak hanya itu, dengan bus rumah ini juga membuat mereka seakan memiliki hunian di berbagai tempat.

Karena bus ini masih dapat dioperasikan, maka memungkinkan untuk dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

"Kami senang bepergian dan menginginkan sebuah hub yang dapat kami gunakan untuk kembali ke rumah dan kemudian pergi lagi dan memiliki banyak fleksibilitas," kata Charlie seperti dikutip dari Mirror, Minggu (21/02/2021).

Bus Rumah Dirancang Lengkap

Charlie dan istrinya merancang bus rumah ini dengan fasilitas lengkap.

Terdapat kasur berukuran ganda, dua meja hias di samping kanan dan kirinya, televisi, dan bak air untuk mandi.

Bagian dapur juga dibuat lengkap dan serbaguna. Ada wastafel, mesin cuci, oven, dan alat masak lainnya yang terletak di landai dasar bus tersebut.

Selain itu, ada ruang tamu berukuran kecil dilengkapi bangku sofa.

Mengantisipasi udara yang begitu dingin dan panas di luar, mereka memasang AC dan pemanas ruangan. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved