Makan Sahur Terlalu Asin, Anak Bunuh Ayah Kandung: Merasa akan Diracuni
Korban dan pelaku adalah warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Seorang pria bernama Fera Setyadi (27) nekat membunuh ayah kandungnya, Senin (15/2/2021).
Korban dan pelaku adalah warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur.
Setelah diperiksa, pelaku ternyata memiliki riwayat gangguan jiwa.
Menurut Kapolsek Panggul AKP Budi Hartoyo, Fera pernah menjalani perawatan akibat gangguan jiwa yang ia alami.
Baca juga: Menantu Cabuli Mertua Umur 80 Tahun, Korban Ngaku Pelaku Sempat Lucuti Pakaiannya
Ia juga pernah dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek.
“Tapi untuk memastikan apakah saat melakukan aksinya, pelaku dalam kondisi sadar atau tidak, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi, Senin (15/2/2021).
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak di Kabupaten Trenggalek membacok bapak kandungnya hingga tewas, Senin (15/2/2021).
Kejadian memilukan itu terjadi di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul.
Baca juga: Saat Hubungan Intim dengan Selingkuhan Umur 66 Tahun, Wanita Bersuami 38 Tahun Tewas
Sang anak bernama Fera Setyadi (27) tega membacok bapak kandungnya, Wajib (50), hanya karena masalah makan sahur.
Budi menjelaskan, sang anak awalnya sedang makan sahur di rumahnya.
Namun, Fera merasa makanan yang dibuatkan orang tuanya terasa asin.
Entah mengapa, ia kemudian curiga bahwa sang orang tua hendak meracun.
“Pelaku merasa mau diracun,” kata Budi, Senin (15/2/2021).
Pelaku kemudian mendatangi kerabatnya dan mengajaknya ke rumah.
Usai kembali ke rumah, terang Budi, pelaku mondar-mandir menggerutu sambil memegang sabit, pisau, dan palu.
Baca juga: Berdalih sebagai Pengabdian ke Guru, Pengajar Madrasah Cabuli 5 Murid: Sempat Cabuli 2 Sekaligus