Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Imbau Masyarakat Tetap di Rumah, Epidemiolog: Tes Covid-19 Tak Menjamin Aman dari Penularan

Ahli epidemiologi mengingatkan agar masyarakat tidak menggelar acara dengan dalih sudah melakukan tes Covid-19.

Tayang:
Editor: Sugi Hartono
zoom-inlihat foto Imbau Masyarakat Tetap di Rumah, Epidemiolog: Tes Covid-19 Tak Menjamin Aman dari Penularan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI tes Covid-19 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah.

Sekalipun telah menjalani tes virus corona atau Covid-19.

Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak menggelar acara dengan dalih sudah melakukan tes Covid-19.

"Ini yang selalu saya ingatkan dalam situasi transmisi yang sudah menyebar hampir di semua tempat dan laju penyebarannya tinggi. Itu yang harus dilakukan adalah diam di rumah," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Update Kasus Covid-19 WNI di Luar Negeri per 25 Januari 2021: Total Ada 2.942 Kasus

Dikatakan, hasil tes Covid-19 tidak memberikan jaminan bahwa penularan atau penyebaran virus corona akan terhenti.

"Adapun misalnya, ada protokol kesehatan di acara itu, ada screening sebelumnya dengan tes. Itu hanya mengurangi risiko, tapi tidak menjamin tidak adanya penularan virus. Yang harus dilakukan ya diam di rumah," ujarnya.

Baca juga: Setelah Bercinta tapi Tak Dibayar, Pria Ini Nekat Tusuk Pasangan Sesama Jenisnya hingga Tewas

Disiplin protokol kesehatan 5M

Lebih jauh, Dicky memaparkan bahwa strategi pencegahan penularan Covid-19 melalui 5M perlu ditekankan kembali.

Sebab 5M dinilai sangat penting dijalankan sekalipun seseorang telah melakukan tes Covid-19.

Strategi tersebut di antaranya meliputi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Artis Korea Song Yoo Jung Meninggal Dunia, Dikenal sebagai Pemain Drama School 2017

"3M plus 2M itu kan yang 2M nya membatasi mobilitas interaksi hanya yang esensial. Esensial itu apa, ya yang berhubungan dengan beli makanan, obat, atau pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan," jelasnya.

Sebab itu, Dicky menyayangkan acara-acara yang masih digelar di tengah kondisi pandemi Indonesia yang menurutnya tidak terkendali.

Pandemi di Indonesia, saat ini, dikatakan tak terkendali karena test positivity rate jauh di atas 20 persen.

Baca juga: Sempat Viral di Medsos, Pasangan Mesum di Halte Akhirnya Diringkus Polisi

"Ini indikator seriusnya itu sudah kuat. Test positivity rate yang jauh di atas 20 persen itu tandanya tidak terkendali. Sangat tidak terkendali pandemi ini. Ditambah keparahannya itu dari angka kematian," tambah dia.

Dalam kondisi seperti ini, ia lebih menyarankan agar setiap orang menahan rasa untuk menggelar acara. Hal ini dikarenakan situasi pandemi yang belum terkendali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved