Berita Kolaka
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Anak Dirudapaksa Ayah Kandung di Kolaka, Libatkan Tim Forensik Makassar
Polres Kolaka tengah mendalami kasus kematian seorang balita berusia tiga tahun di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Ayah-kandung-berinisial-R-pelaku-rudapaksa-anak-sendiri-di-Kolaka.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI - Kepolisian Resor atau Polres Kolaka tengah mendalami kasus kematian seorang balita berusia tiga tahun di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bocah malang tersebut diduga menjadi korban kekerasan seksual ayah kandungnya sendiri, berinisial R (22).
Kasubsi Humas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026) mengupdate hasil temuan kasus rudapaksa tersebut.
Riswandi menyebut ntuk mendapatkan bukti yang akurat terkait penyebab kematian korban, pihak kepolisian kini berkoordinasi dengan Tim Forensik di Makassar, Sulawesi Selatan.
Hasil otopsi atau pemeriksaan medis forensik tersebut menjadi kunci bagi penyidik untuk memperkuat sangkaan pasal dalam proses hukum selanjutnya.
”Untuk saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban,” tambahnya.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Balita Tewas Dirudapaksa Ayah Kandung di Kolaka, Polisi Dalami Motif Pelaku
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menahan terduga pelaku R yang berprofesi sebagai pekerja tambang.
Penahanan tersebut dilakukan guna mempermudah proses pemeriksaan mendalam terkait kronologi dan motif di balik tindak pidana.
”Pelaku saat ini sudah kami amankan di Mako Polres Kolaka. Penyidik tengah bekerja intensif untuk mengonstruksi peristiwa ini, termasuk mendalami motif pelaku,” ujar Riswandi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula ketika korban mengalami kesakitan hebat pasca-dugaan kekerasan yang dialaminya.
Pihak keluarga sempat melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.
(*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)