Berita Kendari
Sudah Bayar Lunas Alarm Toko Bunyi, IRT di Kendari Protes Merasa Dipermalukan, Pemilik Minta Maaf
Seorang ibu rumah tangga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, RI, menyatakan pihak manajemen tingkat atas toko telah merespons cepat keluhannya.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Sudah-Bayar-Lunas-Alarm-Toko-Bunyi-IRT-di-Kendari-Protes-Merasa-Dipermalukan-Pemilik-Minta-Maaf.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kenyamanan berbelanja dan perlindungan hak konsumen kembali menjadi sorotan.
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melayangkan protes keras terhadap manajemen toko ritel busana Sury Hijab.
Protes tersebut dipicu oleh malafungsi alat sensor keamanan pintu keluar yang berbunyi saat ia melintas, padahal seluruh barang belanjaan telah dibayar lunas.
Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial ini dinilai merugikan martabat konsumen di depan publik.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban, yang diketahui berinisial RI, hendak meninggalkan toko sambil menggendong anaknya dan membawa kantong belanjaan.
Baca juga: Viral Video 2 Wanita Pedagang Adu Jambak di PJR Pondidaha Konawe Sultra, Saling Lempar Makian
Saat melewati gerbang detektor elektronik di pintu keluar, alarm tiba-tiba berbunyi nyaring.
Sontak, pandangan para pengunjung toko tertuju padanya, memicu asumsi seolah-olah terjadi tindakan pengupasan atau pencurian barang.
RI merasa dipermalukan oleh sistem pengamanan toko yang tidak akurat.
Dalam rekaman video yang beredar, Jumat (15/5/2026), ia menyampaikan kekecewaannya secara langsung kepada pramuniaga.
"Ini sangat mempermalukan kami. Kami sudah membayar secara sah, tetapi alarm tetap berbunyi seolah-olah kami mencuri. Jangan asal memasang bel tanpa memastikan fungsinya dengan baik," ujar RI dengan nada kecewa.
Baca juga: Ditipu Modus Bukti Transfer Palsu, Pemilik Mini ATM di Kendari Pilih Viralkan Ketimbang Lapor Polisi
Merespons protes tersebut, karyawan toko yang bertugas langsung menyampaikan permohonan maaf di tempat.
Pihak pekerja berdalih pemeriksaan ulang yang mereka lakukan merupakan bagian dari prosedur operasional standar (SOP) keamanan toko untuk mencegah kehilangan inventaris.
Melalui unggahan di media sosial, kerabat korban mendesak pemilik usaha untuk melakukan audit dan pemeliharaan berkala terhadap perangkat teknologi yang digunakan.
"Ini pelajaran penting untuk pemilik Toko Sury Hijab agar tidak menggunakan alat sensor yang eror, karena dampaknya langsung merugikan nama baik konsumen," tulis akun Rh**a dalam unggahan yang viral tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan insiden ini, RI, menyatakan pihak manajemen tingkat atas Toko Sury Hijab telah merespons cepat keluhannya.
Baca juga: Tak Diberi Uang Ganti HP Teman, Remaja di Kendari Sulawesi Tenggara Nekat Gadai Laptop Orang Tuanya
Kasus ini kini dinyatakan selesai setelah kedua belah pihak berkomunikasi langsung.
"Mengenai video dan kejadian tersebut, pihak pemilik (owner) Sury Hijab sudah memberikan klarifikasi secara langsung dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada kami," kata RI saat dihubungi, Jumat (15/5/2026). (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)
| Diskon Tarif Sambung Air PDAM Kendari Rp195 Ribu, Ada Tunggakan Cukup Bayar Rp12 Ribu per Bulan |
|
|---|
| Bak Sampah di Kadia Kendari Dibongkar, Kini Pakai Layanan Jemput, Bayar Rp21 Ribu per Rumah Tangga |
|
|---|
| Bayar Pajak Kendaraan di Sulawesi Tenggara Maret-Juni 2026 Berpeluang Dapat Emas 5 Gram, Syaratnya |
|
|---|
| Pendapatan Asli Daerah Kota Kendari 2025 Naik Jadi Rp409,5 Miliar, Dipakai Bayar Utang Rp178,5 M |
|
|---|
| Bayar Guru Honorer, Alasan SMK di Kendari Tarik Iuran Siswa, Dikbud Sultra Minta Uang Dikembalikan |
|
|---|