Senin, 11 Mei 2026

Banjir di Sulawesi Tenggara

Cerita Warga Anduonohu Kendari, Hanya Sempat Selamatkan Berkas Penting saat Banjir Datang Mendadak

Sejumlah rumah warga di Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terendam banjir, Minggu (10/5/2026).

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Cerita Warga Anduonohu Kendari, Hanya Sempat Selamatkan Berkas Penting saat Banjir Datang Mendadak
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
WARGA TERDAMPAK BANJIR - Warga terdampak banjir, Yayah (kanan), mengatakan hanya bisa menyelamatkan berkas berharga saat banjir merendam rumahnya, Minggu (10/5/2026). Lokasi rumahnya berada di Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sejumlah rumah warga di Jalan Kedondong, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terendam banjir, Minggu (10/5/2026).

Banjir terjadi akibat luapan sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah dengan julukan Kota Lulo dalam beberapa hari terakhir.

Seorang warga, Yayah, mengatakan air masuk ke rumahnya secara tiba-tiba sekitar pukul 09.00 Wita.

Derasnya arus air membuat dirinya bersama warga lainnya tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

“Air datang cepat sekali, jadi kami panik. Tidak ada yang sempat diselamatkan,” kata Yayah saat ditemui di lokasi banjir.

Baca juga: Darurat Bencana Banjir di Kolaka Timur, Bupati Koltim Tetapkan Status 12 Kecamatan Selama 14 Hari

Ia menyampaikan ketinggian air di rumahnya mencapai dada orang dewasa. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian penghuni rumah keluar untuk menyelamatkan diri dan mengungsi ke rumah kerabat.

Yayah mengaku hanya sempat membawa berkas penting seperti ijazah dan dokumen penting lainnya. 

Sementara kendaraan, pakaian, hingga barang elektronik tertinggal di dalam rumah.

“Motor masih ada di rumah karena tidak sempat dipindahkan. Pakaian juga tidak ada yang dibawa selain yang dipakai,” katanya.

Baca juga: Pemkab Konawe Tetapkan Status Siaga Banjir, Ratusan Rumah di 14 Kecamatan hingga Sawah Terdampak

Ia menyebut banjir sudah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut sejak tahun 2013. 

Namun, banjir tahun ini paling parah dibanding sebelumnya.

"Selama tinggal di sini memang sering banjir, tapi tahun ini paling tinggi dan paling parah," tuturnya.

Yayah berharap pemerintah segera melakukan perbaikan drainase dan normalisasi sungai agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Kata dia, saluran drainase di tempat tinggalnya sudah dangkal, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Baca juga: Banjir Lorong Kampus Avicenna By Pass Kendari Rendam Pemukiman, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet

"Kami hanya minta drainase dibersihkan atau diperbaiki lagi supaya air tidak meluap terus masuk ke rumah warga,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved