Selasa, 9 Juni 2026

Berita Kendari

Pengusaha di Kendari Keluhkan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Biaya Operasional Usaha Membengkak

Pengusaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Tayang:
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Pengusaha di Kendari Keluhkan Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Biaya Operasional Usaha Membengkak
TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari
SPBU KENDARI - Inilah potret antrean di SPBU Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/4/2026). Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga tiga jenis BBM non subsidi, yakni Dexlite, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex, Sabtu (18/4/2026). (TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengusaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan harga tiga jenis BBM non subsidi, yakni Dexlite, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex, Sabtu (18/4/2026).

BBM Dexlite kini dijual Rp24.150 per liter, naik Rp9.650 dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp19.850 per liter dari Rp13.350 per liter, atau meningkat Rp6.500.

Sementara, Pertamina Dex mengalami kenaikan dari Rp14.800 menjadi Rp24.450 per liter, atau naik Rp9.650 per liter.

Baca juga: Polisi Imbau Pelaku Usaha di Kendari Sulawesi Tenggara Tak Coba-coba Timbun BBM dan Gas Subsidi 3 Kg

Seorang pengusaha di Kendari, Sri, mengatakan seluruh kegiatan usahanya sangat bergantung pada Dexlite.

Mulai dari truk 10 roda berbahan solar, alat berat, hingga kendaraan operasional seperti Hilux double cabin, Pajero, dan Fortuner.

Menurutnya, kenaikan harga yang hampir mencapai 40 persen tersebut membuat beban operasionalnya meningkat tajam dan menghambat aktivitas usaha.

"Pekerjaan jadi terhambat karena semua armada pakai Dexlite. Kami juga tidak tahu harus bagaimana karena kenaikannya hampir 40 persen,” kata Sri kepada Tribunnewssultra.com, Selasa (21/4/2026).

Ia menyampaikan, jika pembelian BBM dikurangi, pekerjaan akan tersendat, tapi jika tetap dijalankan, biaya operasional terlalu tinggi dan berpotensi merugikan usaha.

Baca juga: 3 BBM Non Subsidi di Kendari Kompak Naik, Dexlite Tembus Rp24.150, Pertamax Turbo Rp19.850 per Liter

Sehingga, Sri berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi.

Setidaknya memberikan solusi agar pelaku usaha tidak semakin terbebani dengan kenaikan harga tersebut.

“Kami harapannya ada solusi dari pemerintah atau jangan naikkan langsung tinggi begini tetapi bertahap, agar aktivitas usaha tetap berjalan dan kita bisa menyesuaikan,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved