Berita Kendari
97 Sopir Truk Ore Nikel di Kendari Terjebak 2 Hari Gegara Dipalang hingga Bekal Habis, Kini Bebas
97 sopir truk pengangkut ore nikel setelah kendaraan mereka yang sempat tertahan akibat aksi pemalangan yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara
Penulis: La Ode Ahlun Wahid | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/sopir-truk-terbebas-di-puuwatu-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Kegembiraan terpancar dari wajah puluhan sopir truk pengangkut ore nikel setelah kendaraan mereka yang sempat tertahan akibat aksi pemalangan yang terjadi di Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pemalangan itu dilakukan oleh sekelompok masyarakat.
Namun, setelah dua hari, pihak aparat pun turun tangan untuk melakukan pembebasan.
Pembebasan ini merupakan hasil dari Operasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar secara gabungan oleh Polresta Kendari, Polda Sultra, dan Brimobda Sultra pada Rabu hingga Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, sebanyak 97 unit truk pengangkut material tambang nikel terjebak di dua titik pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok warga sejak Rabu (25/3/2026) dini hari.
Dua titik tersebut berada di gerbang batas Puuwatu (Kendari-Sampara) serta pertigaan kawasan permandian Mantara, Abeli Dalam-Puuwatu.
Baca juga: Polisi Kendari Redakan Aksi Blokir Jalan Tahan 100 Truk Tambang Nikel di Puuwatu, Perbatasan Konawe
Saat personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membuka akses jalan, para sopir langsung mencurahkan isi hati mereka.
Mereka mengaku sangat menderita selama dua hari tertahan di jalanan.
"Kami tersiksa pak, habis mi uang saku dipakai makan dan minum selama dua hari di sini," keluh salah seorang sopir kepada petugas kepolisian di lokasi pada Kamis (26/3/2026).
Kondisi para sopir tampak memprihatinkan karena keterbatasan logistik dan ketidakpastian nasib muatan yang mereka bawa.
Operasi pembubaran pemalangan ini dilakukan secara persuasif namun tegas guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur logistik strategis tersebut.
Kehadiran personel Brimobda Sultra dan Polda Sultra ditujukan untuk mengantisipasi adanya potensi gesekan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Puuwatu dan Abeli Dalam berangsur normal.
Puluhan truk yang sebelumnya tertahan kini telah melanjutkan perjalanan menuju lokasi tujuan.
Pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada aksi pemalangan susulan yang dapat mengganggu ketertiban umum. (*)
(TribunnewsSultra.com/ La Ode Ahlun Wahid)