Senin, 1 Juni 2026

Tabrak Lari di Kendari

Terungkap Tabrak Lari Bocah Pencari Nafkah di Lampu Merah Kendari, Sosok Operator Loader Pelakunya

Kematian tragis anak perempuan, Najwa, sosok bocah pencari nafkah korban tabrak lari di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya terungkap.

Tayang:
Penulis: Sri Rahayu | Editor: Aqsa

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kematian tragis anak perempuan, Najwa, sosok bocah pencari nafkah korban tabrak lari di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya terungkap.

Bocah berusia 8 tahun ini ditemukan tergeletak bersimbah darah tak bernyawa di lampu merah perempatan PLN Wua-Wua, simpang Jalan Jend Ahmad Yani, Jl KH Ahmad Dahlan, dan Jl Chairil Anwar.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa bocah penjual tisu di perempatan ini terjadi Kamis (29/1/2026) malam lalu, bertepatan hujan deras mengguyur ibu kota Provinsi Sultra.

Bocah ini diduga menjadi korban tabrak lari kendaraan misterius di kawasan yang berjarak 1,9 kilometer (km) atau 5 menit berkendara dari markas Kepolisian Resort Kota atau Polresta Kendari ini.

Praduga pun beredar dalam video viral beredar luas di media sosial (medsos) terkait kendaraan yang menabrak korban, mulai alat berat, truk kontainer, hingga mobil penumpang.

Video viral lainnya mengabadikan suasana pilu saat seorang wanita diduga ibu korban menangis histeris sembari memeluk jasad bocah kelas 4 sekolah dasar (SD) ini.

Polisi pun bergerak cepat menyelidiki peristiwa tragis ini, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.

Baca juga: Pelaku Tabrak Lari Bocah Penjual Tisu di Wua-Wua Kendari Diringkus Polisi, Alat Berat Loader Disita

Barang bukti termasuk rekaman video kamera pengawas atau camera closed circuit television (CCTV), di sekitar lokasi kejadian.

Tiga hari berselang pascaperistiwa tragis ini, Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polresta Kendari pun mengungkap pelaku tabrak lari.

Begitupun, kendaraan misterius yang menabrak korban berdasarkan hasil penyelidikan dilakukan kepolisian.

“Didapatkan kecocokan rekaman CCTV bahwa yang terlibat kecelakaan adalah alat berat jenis loader,” kata Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, Minggu (01/02/2026).

Wheel loader adalah alat berat beroda karet (ban) yang dilengkapi bucket besar pada bagian depan.

Dirancang untuk memuat, memindahkan, mengangkut material seperti tanah, pasir, batu, material konstruksi, ke dalam truk atau lokasi lain.

Berat wheel loader bervariasi, model kecil berkisar 4,2 ton atau sekitar 4.200 kilogram (kg), model sedang 18-21 ton.

Penampakan loader sedang yang diduga menabrak bocah Najwa terekam dalam video dashboard mobil (dashcam) yang diterima TribunnewsSultra.com.

TABRAK LARI KENDARI - Inilah potret lokasi kasus dugaan tabrak lari menewaskan seorang warga di Perempatan PLN Wua-Wua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (29/1/2026) malam. Genangan air tampak bercampur dengan darah korban. (TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)
TABRAK LARI KENDARI - Inilah potret lokasi kasus dugaan tabrak lari menewaskan seorang warga di Perempatan PLN Wua-Wua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (29/1/2026) malam. Genangan air tampak bercampur dengan darah korban. (TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid) (TribunnewsSultra.com/La Ode Ahlun Wahid)

Video dari kamera digital kecil yang dipasang di dasbor mobil tersebut dikirimkan seorang pengendara.

Mobil yang merekam penampakan loader tersebut terlihat berhenti di perempatan lampu merah dari arah Jl Chairil Anwar.

Tampak arus lalu lintas di tengah kondisi gerimis hujan di perempatan jalan ini.

Kendaraan roda dua dan roda empat lalu lalang mengikuti warna lampu lalu lintas.

Tak berselang lama, terlihat loader berwarna kuning pun melaju dari arah Jl KH Ahmad Dahlan ke Jalan Chairil Anwar.

Pelaku Tabrak Lari

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, mengatakan, sosok pelaku tabrak lari terhadap bocah penjual tisu di perempatan PLN Wua-Wua ditangkap pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Sosok sopir atau operator yang mengemudikan alat berat loader yang diduga menabrak sang bocah adalah ZA.

ZA diamankan petugas di kediamannya, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Terduga pelaku tabrak lari sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Markas Polresta.

“Pelaku sudah diamankan di Mako Polresta Kendari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” jelas mantan Kasatlantas Polres Bombana ini, Minggu (1/2/2026).

Menurut AKP Kevin, terungkapnya jenis kendaraan yang menabrak bocah penjual tisu, begitupun operator yang mengendarainya saat tabrakan berdasarkan hasil penyelidikan.

Penyelidikan terharap rekaman video CCTV di sepanjang jalan tak jauh dari lokasi kejadian.

Rekaman memperlihatkan kendaraan diduga menabrak, kemudian meninggalkan korban tak berdaya adalah alat berat jenis wheel loader.

Wheel loader dikategorikan sebagai alat berat, bukan kendaraan bermotor untuk transportasi barang atau orang.

Baca juga: Sosok NS Bocah Penjual Tisu di Kendari Tewas Ditabrak Lari di Perempatan PLN Wua-Wua, Dikubur di TPU

Sehingga penggunaannya di jalan raya umum dilarang karena berisiko merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan lalu lintas. 

Alat ini dirancang untuk operasional proyek dan harus diangkut menggunakan kendaraan khusus (trailer). 

Korban Tabrak Lari

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang mengakibatkan korban Najwa meninggal dunia terjadi di perempatan PLN Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (29/01/2026) malam.

Bocah berusia 8 tahun ini berpulang untuk selama-lamanya setelah tertabrak kendaraan misterius, diduga menjadi korban tabrak lari.

Bocah ini sehari-hari diketahui menjadi penjual tisu di perempatan Jl Jend Ahmad Yani, Jl KH Ahmad Dahlan, dan Jl Chairil Anwar.

Anak perempuan tersebut merupakan murid kelas 4 SD.

Dia tinggal bersama keluarganya di Jl Balai Kota III, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

Pascakecelakaan yang merenggut nyawanya, korban dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka, Jumat (30/1/2026).

TPU tersebut berlokasi di Jalan Perkuburan, Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puuwatu.

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, dalam keterangannya, mengatakan, kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.10 wita.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lapangan, kendaraan yang terlibat kecelakaan diduga bergerak dari arah Pasar Panjang, Jl KH Ahmad Dahlan, menuju perempatan PLN Wua-Wua.

“Pada saat kejadian, korban sedang bermain bersama adik laki-lakinya di area trotoar jalan,” kata AKP Kevin.

“Diduga kendaraan yang melintas tidak dapat menghindar sehingga korban terlindas atau tertabrak,” jelas Perwira Pertama atau Pama Polri ini menambahkan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia. 

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Tabrak Lari Tewaskan Anak-anak Penjual Tisu di Perempatan PLN Wua-Wua Kendari

Petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Kendari yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Adapun langkah-langkah yang telah diambil oleh pihak kepolisian, antara lain mendatangi dan mengamankan TKP.

Melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, serta mengecek kondisi korban di RS Bhayangkara Kendari.

“Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) ini saat dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com, Kamis (29/1/2026) malam.

“Keluarga korban telah berada di rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata AKP Kevin menambahkan.

Kendaraan yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan (lidik). 

Polisi mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk mengungkap identitas kendaraan dan pengemudinya.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan dan mendalami aktivitas korban saat kejadian guna mengungkap pelaku tabrak lari,” jelasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Ahlun Wahid/Sugi Hartono/Sri Rahayu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved