Kebakaran Lahan di Kompleks Perumahan Jalan Latsitarda Kendari Nyaris Merembet ke Rumah Warga
Kebakaran lahan kembali melanda Kota Kendari. Kali ini, api membakar lahan kosong di Kompleks Perumahan di Kendari, Sabtu (20/9/2025).
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kebakaran-lahan-kembali-melanda-Kota-Kendari-Sulawesi-Tenggara.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Kebakaran lahan kembali melanda Kota Kendari. Kali ini, api membakar lahan kosong di sebuah komplek perumahan di Jalan Latsitarda, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Sabtu, (20/9/2025).
Peristiwa yang terjadi pada sore hari ini menjadi pengingat serius bagi warga dan pihak berwenang tentang potensi bahaya kebakaran yang mengancam pemukiman padat penduduk.
Api mulai terlihat membumbung tinggi sekitar pukul 16.43 WITA.
Asap tebal mengepul dari lahan yang ditumbuhi ilalang dan alang-alang kering.
Warga yang melihat kejadian itu segera mengambil tindakan sigap dengan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari.
Baca juga: Tragedi Kebakaran Pabrik Ban Bekas di Konda Konawe Selatan, 2 Kali Suara Ledakan, 1 Karyawan Tewas
"Kami menerima laporan sekitar pukul 16.43 WITA dari warga bernama Abu Ahmad Abdullah," ujar Humas Pemadam Kebakaran Kendari Martoyo Awaludin ketika dikonfirmasi TribunnewsSultra.com.
"Satu unit armada langsung kami kerahkan ke lokasi untuk memadamkan api," sambungnya.
Tim Damkar tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.58 WITA.
Dalam waktu kurang dari 15 menit, petugas sudah berada di tengah kobaran api.
Proses pemadaman berlangsung intensif.
Petugas dibantu oleh warga sekitar yang berpartisipasi aktif, bahu-membahu melokalisir api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga.
Berkat kerja sama ini, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.35 WITA.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kebakaran lahan di kompleks perumahan ini menyisakan kekhawatiran mendalam.
Lokasi kejadian yang berada di tengah kompleks perumahan padat penduduk menunjukkan betapa rentannya area tersebut terhadap bahaya kebakaran.
Lahan kosong yang terbengkalai dengan tumpukan ilalang kering menjadi "bom waktu" yang siap meledak kapan saja, terutama di musim kemarau.
Penyebab pasti kebakaran ini masih belum diketahui, namun kelalaian manusia sering kali menjadi faktor utama.
Mulai dari kebiasaan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, hingga faktor kesengajaan yang tidak bertanggung jawab. (*)
(Tribunnewssultra/Sugi Hartono)