Banjir di Sulawesi Tenggara

Petani Rugi Imbas Banjir di Persawahan Waliabuku dan Kantalai Kota Baubau Sulawesi Tenggara

Petani alami kerugian imbas banjir di kawasan persawahan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

(TribunNewsSultra.com/Harni Sumatan)
Petani padi mengalami kerugian imbas banjir di kawasan persawahan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Petani padi mengalami kerugian imbas banjir di kawasan persawahan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ratusan hektar sawah di Pajalele, Kelurahan Waliabuku, Kecamatan Bungi Kota Baubau ini terendam banjir beberapa waktu lalu.

Banjir terjadi sebab berkurangnya daerah resapan hutan lindung sehingga tidak mampu menahan debit air hujan ketika turun.

Meski mengalami kerugian, petani di Pajalele cukup terselamatkan karena banyak yang menggunakan metode tanam dengan membesarkan bibit lebih dulu pada satu tempat.

Sehingga saat banjir datang, tidak seluruhnya benih padi tersapu oleh banjir.

Seorang petani, Pakde Makelo mengatakan dalam insiden banjir baru-baru ini, 70 persen bibit yang ia tanam selamat dan masih dapat tumbuh.

Sementara 30 persen lainnya sudah tidak dapat lagi bertumbuh sebab tertutupi lumpur.

Baca juga: Banjir Konawe Sulawesi Tenggara, 989 Jiwa 310 KK Terdampak di 8 Kecamatan, 400 Hektar Sawah Terendam

"Banjirnya itu dua hari satu malam terjadi pas kita baru dua hari setelah menanam bibit, jadi kalau kerugian tetap ada," tegasnya.

Bekas banjir masih terlihat ditepi jalan pada pematang sawah yang baru saja ditanami bibit tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali membenarkan ada keluhan dari petani yang terdampak bencana banjir di kawasan persawahan beberapa waktu lalu.

"Kalau keluhan tetap ada sebab para petani baru usai tabur benih. Namun keluhan paling banyak datang dari petani yang menggunakan metode tabur benih langsung yang mana saat banjir melanda seluruh benih ikut tersapu banjir," jelasnya saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Senin (8/7/2024).

Ia menjelaskan banjir tidak hanya terjadi di kawasan persawahan Kecamatan Waliabuku tetapi juga di Kelurahan Kantalai Kecamatan Lea-Lea Kota Baubau.

Disebutkan kerugian akibat banjir di Lea-Lea lebih banyak sebab rata-rata petani menggunakan metode tabur benih langsung.

Apalagi di daerah tersebut menurutnya memang sering banjir jika intensitas hujan deras dan lama.

Baca juga: Selain Sawah di Waliabuku, Banjir Rendam Rumah Warga di Kelurahan Liabuku Baubau Sulawesi Tenggara

"Kalau di Kecamatan Lea-Lea itu terletak di Kelurahan Kantalai yang mana petaninya banyak gunakan metode tabur benih langsung jadi kerugiannya cukup banyak," imbuhnya.

Pihaknya mengaku saat ini sedang mendata petani yang alami kerugian.

Jika terdapat bantuan, pihaknya akan lebih mudah menyalurkannya karena telah mendata secara detail dan konkrit mengenai kerugian tersebut.(*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved