Berita Baubau
10 Ton Beras Murah Ludes Diserbu Warga Kota Baubau, 10 Kilogram per Orang
Sebanyak 10 ton beras disediakan di pangan murah Polsek Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (14/8/2025).
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Amelda Devi Indriyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Pangan-Murah-Polsek-Wolio-Kota-Baubau-Sulawesi-Tenggara-Polres-Baubau-salurkan-10-ton-beras-SPHP.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Sebanyak 10 ton beras disediakan di pangan murah Polsek Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (14/8/2025).
Polsek Wolio berada di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, tidak jauh dari lapangan merdeka Kota Baubau.
Untuk sampai ke kota madya di Pulau Buton itu, bisa ditempuh melalui jalur laut.
Dari Pelabuhan Nusantara Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra sampai ke Pelabuhan Murhum dengan waktu 5-6 jam.
Dalam hitungan jam, beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram (kg) habis diserbu masyarakat.
Beras yang dikemas dan disalurkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog ini dijual lebih murah dibanding pasaran.
Beras di pasaran dibanderol Rp62.500 per 5 kg, atau selisih Rp2.500 dari beras SPHP.
Baca juga: Warga Serbu Beras di Polsek Asera Konawe Utara, Selisih Harga Rp5.500 dari Pasaran
Seorang pembeli, Juwa mengatakan mendapat informasi beras murah dari keluarganya.
“Pas dengar informasi langsung datang membeli, untung tidak kehabisan,” jelasnya.
Kata dia, harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar, sehingga tentu banyak warga yang datang.
Wakapolres Baubau, Kompol Andi Usri mengatakan gerakan pangan digelar untuk membantu program pemerintah yakni menjaga stabilitas harga beras.
“Seluruh masyarkat Kota Baubau bisa mendapatkan, dengan batasan 2 karung per orang, satu karung isinya 5 kilogram,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan ini pula untuk menyambut peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.
Pasar murah di kota berpenduduk 168.540 jiwa per 2024 (BPS, 21 mEI 2025) ini masih berlangsung hingga 16 Agustus 2025 mendatang.
Pihaknya pula berharap dengan adanya pasar murah dapat membantu stabilitas harga di pasaran.(*)
(TribunNewsSultra.com/Harni Sumatan)