Kebakaran 2 Rumah di Kolaka Timur
Cerita Saksi Mata Kebakaran 3 Rumah di Kolaka Timur, Berusaha Lawan Kobaran Api, Panik hingga Teriak
Jumat malam, sekitar pukul 20.10 WITA, suasana di Desa Orawa, Kecamatan Tirawuta, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak tegang.
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Tiga-rumah-warga-di-Desa-Orawa-Kecamatan-Tirawuta-terbakar.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI - Jumat malam, sekitar pukul 20.10 WITA, suasana di Desa Orawa, Kecamatan Tirawuta, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak tegang.
Api hebat melahap tiga rumah yang berdekatan dengan masjid.
Darwiah, orang pertama yang menyadari percikan api, berteriak panik meminta tolong kepada warga.
Sayangnya, teriakannya tidak cepat terdengar.
Baca juga: Kronologi Kebakaran di Orawa Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, 3 Rumah Hangus
Darwiah pun kembali masuk ke dalam rumah. Ia mencoba mematikan aliran listrik yang menjadi sumber percikan api, tetapi gagal.
Api telanjur membakar sofa dan terus membesar. Panik, Darwiah berlari ke rumah tetangganya, Rosmiati, mendobrak pintu, dan berteriak, "Ros, ada api!"
Darwiah dan Rosmiati kemudian berteriak meminta pertolongan atas kebakaran yang melanda rumah Mardan.
Warga yang mendengar lantas berlari memberikan pertolongan, berusaha mencegah api merembet ke rumah lain.
Namun, dengan peralatan seadanya, mereka tak mampu berbuat banyak.
Api terus membesar dan menyambar rumah Murlianto (35) di sebelahnya, meludeskan bangunan itu hingga rata dengan tanah.
Api juga merembet ke rumah Rosmiati (45), membakar bagian dinding, dua tandon air 1.200 liter, serta sekitar 40 galon air isi ulang.
Sekitar pukul 21.00 WITA, tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Kolaka Timur tiba di lokasi.
Mereka dihadapkan pada pemandangan mengerikan: dua rumah telah rata dengan tanah. Dengan sigap, petugas memadamkan sisa-sisa api agar tidak menjalar lebih jauh.
Setengah jam kemudian, sekitar pukul 21.30 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)