Jumat, 22 Mei 2026

Berita Sulawesi Tenggara

Distributor dan Penjual Beras di Kendari Diperiksa Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara, Hasilnya

Berikut hasil pengecekan Tim Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di sejumlah outlet distributor dan penjualan beras di Sultra.

Tayang:
Penulis: Samsul | Editor: Amelda Devi Indriyani
zoom-inlihat foto Distributor dan Penjual Beras di Kendari Diperiksa Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara, Hasilnya
Polda Sultra
SATGAS PANGAN POLDA - Kolase foto Tim Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memeriksa distributor dan penjual beras di Kendari Sultra, Senin (21/7/2025). Hasilnya ditemukan beras premium masih dijual dengan harga sesuai HET. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Berikut hasil pengecekan Tim Satgas Pangan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) di sejumlah outlet distributor dan penjualan beras di Sultra.

Belakangan marak isu beras oplosan hingga kenaikan harga beras di pasaran.

Untuk di Sultra sendiri hingga saat ini belum ditemukan beras oplosan yang beredar.

Sementara harga beras, Tim Satgas Pangan Polda Sultra menyebut beras premium yang dijual masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), termasuk pendistribusian oleh distributor sesuai prosedur.

"Dari hasil pengecekan, stok beras tersedia dalam jumlah cukup dan proses distribusinya berjalan lancar," kata Ps Kanit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra, AKP Cucu Sutarwan, Senin (21/7/2025).

Tim Satgas Pangan Polda Sultra memeriksa distributor dan penjual beras sebagai langkah preventif untuk memastikan harga beras tetap sesuai ketentuan yang berlaku dan menghindari praktik penimbunan atau spekulasi harga di lapangan.

Dari hasil pengecekan tersebut, Satgas Pangan memastikan harga beras premium di Kota Kendari masih berada dalam batas HET sebesar Rp14.900 per kilogram untuk wilayah Sulawesi, sebagaimana diatur dalam peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Baca juga: Marak Isu Beras Oplosan, Pedagang di Kolaka Malah Khawatir Harga Naik "Kami Pakai Produk Lokal"

Pengecekan dimulai di UD Tunas Bakti yang berada di Komplek Pergudangan Warna Warni, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

“UD ini merupakan distributor resmi beras premium merek Siip. UD Tunas Bakti mendistribusikan beras ke sejumlah toko besar serta menyuplai perusahaan tambang di wilayah Sultra,” kata AKP Cucu Sutarwan.

Tim juga mendatangi swalayan berlokasi di Jalan Poros Anduonohu, Kecamatan Poasia. 

Di lokasi tersebut, toko diketahui menjual beberapa merek beras premium yang beredar di pasaran. 

“Hasil pengecekan menunjukkan proses penjualan dilakukan sesuai takaran, dan mutu beras dinyatakan baik. Tidak ditemukan adanya keluhan dari masyarakat maupun pelanggaran dalam distribusi,” jelasnya.

Pengecekan turut dilakukan di UD Naga Mas di wilayah Puuwatu, Kendari. Saat tim tiba, distributor tersebut tengah kehabisan stok. 

UD Naga Mas merupakan distributor resmi untuk merek Sania dan Fortune, dengan jadwal pengisian ulang stok pada 18 Juli 2025. 

Baca juga: Kata Pedagang Pasar Basah Mandonga Kendari Sulawesi Tenggara Soal Merebaknya Isu Beras Oplosan

“Meskipun dalam kondisi kosong, proses distribusi sebelumnya juga tercatat berjalan sesuai prosedur dan tidak melampaui HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

Polda Sultra mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu kelangkaan.

Termasuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran distribusi atau harga yang tidak wajar.(*)

(TribunnewsSultra.com/Samsul)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved