Rabu, 22 April 2026

Banjir di Konawe Utara

UPDATE Ketinggian Banjir di Sambandete Konawe Utara Meningkat, Antrean Kendaraan Capai 300 Meter

Ketinggian air di lokasi banjir Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, mengalami peningkatan pada Sabtu (19/4/2025) sore.

Tayang:
Penulis: Nursaida | Editor: Desi Triana Aswan
zoom-inlihat foto UPDATE Ketinggian Banjir di Sambandete Konawe Utara Meningkat, Antrean Kendaraan Capai 300 Meter
(TribunnewsSultra.com/Nursaida)
BANJIR SAMBANDETE KONAWE UTARA- Kondisi air di lokasi banjir Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (19/4/2025) sore menjelang Maghrib. Ketinggian air bertambah hingga 80 sentimeter, dari ketinggian sebelumnya 60 sentimeter. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE UTARA- Ketinggian air di lokasi banjir Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, mengalami peningkatan pada Sabtu (19/4/2025) sore. 

Hal tersebut disampaikan Lurah Linomoiyo, Endang, saat diwawancarai oleh TribunnewsSultra.com di lokasi banjir

Ia menyebut, hingga menjelang waktu Maghrib, debit air bertambah sekitar 20 cm (sentimeter). 

Sehingga total ketinggian air saat ini mencapai 80 sentimeter dari ketinggian sebelumnya 60 sentimeter.

"Untuk kondisi air hari ini di lokasi banjir ini, mungkin debit airnya bertambah sekitar 20 cm," ujar Endang.

Selain peningkatan debit air, panjang antrean kendaraan di sekitar lokasi banjir diperkirakan mencapai 300 meter.

“Diperkirakan 300 meter,” tambahnya.

Baca juga: Satu Unit Alat Berat Keruk Sedimentasi Kali Lasolo Kendari Sulawesi Tenggara, Cegah Banjir Susulan

Sementara itu, pantauan TribunnewsSultra.com di lokasi menunjukkan bahwa kendaraan roda dua maupun roda empat masih menggunakan jasa penyeberangan rakit atau pincara. 

Mayoritas pengguna rakit adalah kendaraan roda dua, sementara untuk roda empat adalah jenis mobil penumpang.

Endang juga menyampaikan bahwa pihak pemerintah setempat telah mengadakan rapat dengan para pengendara rakit untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama proses penyeberangan.

"Alhamdulillah pada hari ini kebetulan tadi pagi kita melaksanakan rapat jam 08.00 WITA, dalam hal ini pemerintah Desa Sambandete mengumpul semua pincara mulai dari motor dan mobil untuk mengadakan rapat. Dan alhamdulillah ada salah satu keputusan untuk mematuhi aturan tata tertib dalam hal ini mengendarai pincara. Alhamdulillah hari ini aman dan tertib," ucapnya.

Terkait progres pembangunan jembatan darurat, Endang mengatakan bahwa saat ini rangka jembatan Bailey telah berada di lokasi dan proses pembangunan tinggal menunggu kelengkapan bahan.

"Masalah jembatan ini masih belum rampung, masih menunggu sebagian bahannya, baru dibangun jembatannya setelah bahannya rampung di sini," ujarnya.

Ia pun juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan bailey di lokasi banjir sangat membantu masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

"Harapan kami dari pemerintah dalam hal ini Kelurahan Linomoiyo dengan Desa Sambandete bahwa dengan adanya jembatan Bayley ini kami sangat terbantu, masyarakat sekitarnya dan yang melintas," ujar Endang.

Sebelumnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sulawesi Tenggara (BPJN Sultra) menyatakan akan segera membangun jembatan Bailey di Desa Sambandete.

Pembangunan jembatan bailey ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, setelah meninjau langsung kondisi jalan yang terendam banjir.(*)

(TribunnewsSultra.com/Nursaida)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved