Berita Baubau
Jelang Ramadan 2025, Dinas Pertanian Baubau Sulawesi Tenggara Periksa Hewan Disembelih Cegah PMK
Dinas Pertanian Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) akan memantau dan memeriksa proses pemotongan hewan di rumah potong hewan atau RPH jelang Ramadan.
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kabid-di-dinas-peternakan-baubauJusriati.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU- Pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bidang peternakan Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai periksa hewan yang hendak disembelih di rumah potong hewan (RPH).
Pelaksanaan pemeriksaan tersebut dilakukan sejak sepekan jelang Ramadan 2025 dengan memeriksa hewan sehari sebelum sembelih.
Tak hanya itu juga, namun setelah hewan disembelih di sejumlah wilayah di Kota Baubau.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Jusriati saat diwawancarai awak media, Selasa(25/2/2025) mengungkap terkait mulai dilakukannya pemeriksaan dan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) jelang Ramadan 2025.
Jusriati mengatakan jelang Ramadan berbeda dengan Idhul Adha. Di mana, hewan-hewan yang akan dikonsumsi masyarakat dipotong di RPH.
Sementara pada Idul Adha, pemotongan hewan kurban beragam di berbagai tempat, seperti masjid, lapangan, halaman rumah, halaman mushola, atau tempat khusus yang disediakan panitia kurban.
“Tapi kalau menjelang Ramadhan, itu kalau mengenai ternak belum banyak yang dipotong, ada yang dipotong hanya para pemotong saja di rumah potong hewan sehingga yang kami periksa satu hari sebelum pemotongan serta pemeriksaan hasil produknya atau yang sudah disembelih,” ungkapnya saat diwawancarai, Selasa(25/2/2025)
Kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan di Pasar Karya Nugraha dan Pasar Wameo.
Baca juga: RPH Ruminansia Kendari Sultra Siapkan Dokter dan Juleha untuk Sembelih Hewan Kurban, Ini Biayanya
Termasuk mulai melakukan vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) terhadap sejumlah hewan di Kota Baubau
“Meskipun Kota Baubau termasuk daerah yang bebas dengan PMK, tetapi kita disarankan untuk vaksinasi PMK menjaga agar tidak tertular, untuk pelaksanaannya sudah dari Selasa minggu lalu hingga saat ini masih berjalan,” bebernya.
Jusriati membeberkan sebanyak 500 dosis untuk ternak Sapi yang disiapkan untuk vaksinasi PMK yang saat ini sedang berjalan vaksinasinya.
Diharapkan jumlah ini, dapat menyasar seluruh wilayah di Kota Baubau, Sultra.
“Sebenarnya bisa juga untuk hewan lain, tapi kami fokus di sapi, karena dosisnya sedikit. Biasanya jika saat melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi, pemilik juga memelihara ayam kami sekalian kami pengecekan adakah yang menderita penyakit menular atau tidak,” tambahnya.
Ia menjelaskan ternak ayam biasanya penyakit yang menular hanyalah flu burung tetapi penyakit lainnya tidak berdampak terhadap manusia.
“Sementara untuk PMK meskipun tidak menular ke manusia, tetapi berdampak karena tingkat kematian sangat tinggi, jadi jangan sampai habis populasi sehingga kami lakukan pencegahan vaksinasi PMK,” tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)
| Profil Yusran Fahim Wali Kota Baubau 2025-2030, Masa Kecil di Makassar dan Kendari Sulawesi Tenggara |
|
|---|
| Stok Beras di Gudang Bulog Baubau Sulawesi Tenggara Cukup Hingga Puasa, Gula Kosong, Minyak Tersedia |
|
|---|
| Pasar Murah Jelang Ramadhan 2025 di Baubau Sulawesi Tenggara, Daftar Harga Sembako, Lokasi, Jadwal |
|
|---|