Rabu, 3 Juni 2026

Alasan Nanang Irawan Tikam Sandy Permana Berkali-kali, Punya Dendam Sejak 2019, Sempat Meludah

Berikut ini alasan Nanang Irawan tikam Sandy Permana berkali-kali.  Ia ternyata memiliki dendam masa lalu sejak tahun 2019 silam. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Alasan Nanang Irawan Tikam Sandy Permana Berkali-kali, Punya Dendam Sejak 2019, Sempat Meludah
Kolase TribunnewsSultra.com
 Berikut ini alasan Nanang Irawan tikam Sandy Permana berkali-kali.  Ia ternyata memiliki dendam masa lalu sejak tahun 2019 silam.  Bahkan sebelum kematiannya, Sandy disebut Nanang Gimbal meludah ke arahnya.  Hal inipun memicu emosi dari Nanang melakukan tindakan keji pada Sandy.  

TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Berikut ini alasan Nanang Irawan tikam Sandy Permana berkali-kali. 

Ia ternyata memiliki dendam masa lalu sejak tahun 2019 silam. 

Bahkan sebelum kematiannya, Sandy disebut Nanang Gimbal meludah ke arahnya. 

Hal inipun memicu emosi dari Nanang melakukan tindakan keji pada Sandy. 

Seperti diketahui, tewasnya Sandy Permana ini menyita perhatian publik. 

Sang aktor tewas usai ditikam oleh Nanang. 

Namun, Nanang sempat melarikan diri sampai akhirnya ditemukan. 

Untuk mengelabui polisi, Nanang Gimbal memangkas rambutnya. 

Ia pun akhirnya ditangkap dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. 

Baca juga: Motif Nanang Gimbal Bunuh Aktor Sandy Permana, Kebencian 5 Tahun Silam, Lirik Sinis Awali Pembunuhan

Terbaru, polisi membeberkan motif Nanang Irawan alias Nanang Gimbal yang nekat menikam hingga aktor Sandy Permana tewas. 

Nanang merupakan tetangga Sandy. 

Ia menikam Sandy berkali-kali sampai sang aktor tewas. 

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (12/1/2025) pagi pukul 06.30 WIB.

Wira pun menyebut tak ada perencanaan dari Nanang untuk melakukan hal tersebut. 

Ia hanya emosi melihat perlakuan Sandy Permana

Sandy melintas di depan rumahnya, membuatnya geram. 

Terlebih menurut Wira, dari penuturan Nanang, Sandy sempat memberi tatapan sinis. 

Wira mengatakan bahwa Nanang menikam Sandy tak ada perencanaan. 

Nanang disebut emosi sesaat karena perlakuan Sandy terhadapnya saat melintas di depan rumahnya di Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi.

"Untuk terkait masalah apakah ada perencanaan untuk menghabisi, hasil pemeriksaan yang kami temukan, tentunya dengan pendalaman maupun saksi-saksi, untuk sementara masih kita temukan ini emosi sesaat," ujar Wira di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/2025).

Wira mengatakan, Nanang naik pitam karena ditatap sinis oleh Sandy saat di depan rumahnya. 

Emosi Nanang semakin meluap ketika Sandy meludah ke arahnya.

"Disebabkan karena pelaku atau tersangka sakit hati karena merasa direndahkan oleh korban dengan cara melihat tersangka secara sinis dan korban meludah ke arah tersangka," jelasnya. 

Dari situ lah Nanang gelap mata kemudian langsung lari ke kandang ayam dan mengambil sebilah pisau.

"Tersangka mengambil pisau dari kandang ayam di samping rumah," katanya.
 
Ada Dendam Sejak 2019 

Ternyata Nanang juga memiliki rasa dendam terhadap Sandy sejak lama. 

Cek-cok antara keduannya terjadi sejak 2019. 

Adapun pemicu dari bencinya Nanang kepada Sandy ketika korban tengah menggelar hajatan pernikahan 2019. 

Lalu, tenda yang didirikan korban sampai ke rumah tersangka tanpa adanya izin darinya.

Tak cuma itu, Sandy juga tidak meminta izin kepada Nanang ketika pohon yang ada di depan rumahnya ditebang oleh korban.

"Pada tahun 2019, ketika korban akan melakukan atau mengadakan pesta perkawinan dan akan mendirikan tenda dengan memasuki pekarangan rumah daripada tersangka serta melakukan penebangan pohon di pekarangan tersangka tanpa izin terlebih dahulu."

Namun, kata Wira, tindakan Sandy itu tidak membuat Nanang menegurnya.

Pasalnya, tersangka tahu bahwa korban memiliki sifat tempramental.

Wira mengungkapkan peristiwa tersebut berujung hubungan Nanang dan Sandy sebagai sesama tetangga semakin tidak harmonis.

Bahkan, mereka sampai tidak pernah saling tegur sapa setelah peristiwa tersebut.

Akhirnya, pada tahun 2020, Nanang memutuskan untuk menjual rumahnya dan mengontrak di blok berbeda tetapi masih di perumahan yang sama.

Nanang dan Sandy kembali bertemu pada Oktober 2024 lalu dalam rapat warga yang membahas dilengserkannya Ketua RT setempat karena diduga berselingkuh dengan warga sekitar.

Pada momen tersebut, Sandy terlibat adu mulut dengan istri Ketua RT setempat. Lalu, Nanang pun menegur korban.

"Lalu tersangka menegur korban dengan kalimat 'nggak usah teriak-teriak, biasa aja," kata Wira menirukan perkataan Nanang kepada Sandy.

Ditikam 7 Kali 

Dendam dan tatapan sinis itu yang diduga membuat Nanang melakukan aksi nekatnya. 

Saat kejadian, Nanang mulanya menikam Sandy pada bagian sisi kiri perut sebanyak dua kali. 

Tikaman itu dilakukan Nanang saat Sandy masih menaiki motor, 

Setelah ditikam dua kali, korban langsung berhenti dan melakukan perlawanan dengan cara menangkis dan menghalang-halangi tersangka. 

Namun, Nanang tetap meluapkan emosinya dengan kembali menusuk Sandy di bagian pelipis kiri, kepala, dada hingga leher. 

"Korban melakukan perlawanan dengan cara menangkis dan menghalangi tersangka untuk menusuknya. Lalu tersangka tetap berusaha untuk melukai korban dengan cara menusuk kembali ke pelipis kiri korban sebanyak 1 kali, menusuk kepala korban sebanyak 1 kali, menusuk dada korban sebanyak 1 kali, menusuk leher kiri korban sebanyak 1 kali," kata dia.

Sandy kemudian berusaha melarikan diri menggunakan motornya, namun ia tetap dikejar oleh tersangka. 

Nanang kembali menikam Sandy di bagian punggung sebanyak 1 kali.

"Tersangka mengejar dan menusuk kembali kearah punggung kiri korban sebanyak 1 kali sehingga membuat motornya terjatuh," imbuhnya.

Sandy Permana kemudian berlari meminta tolong ke rumah tetangga.

Sandy Permana sempat dibawa ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tak tertolong.(*)

(Tribunnews.com/Milani/Yohannes Liestyo)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved