Viral Sorotan Tajam Jurnalis Korea Selatan, Anggap PSSI Khianati Shin Tae-yong Usai Dipecat
Ramai komentar jurnalis Korea Selatan, di mana menganggap Shin Tae-yong (STY) telah dikhianati. Isu pemecatan STY jadi bulan-bulanan media asing.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA.COM- Ramai komentar jurnalis Korea Selatan, di mana menganggap Shin Tae-yong (STY) telah dikhianati.
Isu pemecatan STY oleh PSSI ini, menjadi bulan-bulanan media asing.
Sorotan tajam seantero dunia, terlebih saat ini sepak bola Indonesia sedang di puncak-puncaknya.
Prestasi Shin Tae-yong seolah tak menjadi alasan untuk mempertahankannya.
Seperti diketahui, STY dipecat sebelum masa kontraknya selesai pada tahun 2027 mendatang.
Ia pun tentunya harus menerima keputusan PSSI tersebut.
Baca juga: Pelatih Baru Timnas Indonesia Punya Selera Pemain, 3 Nama Besar Terancam Didepak Usia STY Dipecat
Namun, pro kontra bermunculan saat mengetahui adanya pemecatan STY.
Seorang jurnalis Korea Selatan, memuat sebuah komentar terkait hal tersebut.
Penulisnya adalah Jason Lee yang memberikan komentar terkait pemecatan STY.
Dalam hal ini, Jason Lee mengaku terkejut dengan keputusan yang diambil PSSI.
Menurutnya, ia tak menduga atas keputusan PSSI memutuskan kontrak STY.
Pria yang kini berbasis di Ontario, menyebut selama ini STY telah memiliki banyak jasa untuk sepak bola Indonesia.
Ia pun mengingat mengenai keberhasilan STY untuk Timnas Indonesia U23 yang mampu melaju hingga Piala Asia U23 2024.
Menariknya, Shin Tae-yong kala itu lolos ke semifinal dengan mengalahkan negaranya sendiri yakni Korea Selatan.
Hal inipun begitu banyak menuai komentar dan pujian positif untuk STY.
"Untuk sebagian besar, kami melihat perjalanan Shin positif."
"Kalian yang menghentikan perjalanan Korea Selatan ke 10 pergelaran Olimpiade beruntun."
"Indonesia di bawah STY yang melakukan itu."
"Sepak bola yang kalian mainkan waktu itu luar biasa, kam bahkan terinspirasi," kata Jason Lee, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.
Lebih lanjut, Jason Lee menilai bahwa PSSI telah melakukan penghianatan.
Ia berpendapat PSSI mencari-cara alasan dalam mendepak Shin Tae-yong.
Baca juga: Pelatih Baru Timnas Indonesia Punya Selera Pemain, 3 Nama Besar Terancam Didepak Usia STY Dipecat
Pasalnya, penampilan timnas Indonesia di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia masih dalam jalur yang tepat.
Timnas Indonesia sementara menempati peringkat ketiga Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan raihan 6 poin.
Timnas Indonesia bahkan memiliki kesempatan untuk finish diperingkat kedua atau posisi minimal untuk mendapat tiket langsung ke Piala Dunia 2026 karena hanya berjarak 1 poin dengan Australia.
Terakhir, Jason Lee khawatir apa yang terjadi bakal membuat para pelatih asal Korea Selatan berpikir ulang ketika memperoleh tawaran dari Indonesia.
"Sekarang kalian punya kans bagus ke Piala Dunia 2026, namun sekarang banyak reaksi dari fans, jurnalis, Youtuber, banyak shock."
"Terus kemudian banyak detail keluar terutama statement dari PSSI soal kurangnya komunikasi, ingin ugrade dari STY atau komentar negatif anak STY terkait perlakuan PSSI."
"Ini berita negatif dan mengkhawatirkan."
"Saya ingin tahu apakah penghiatan PSSI ini akan mempengaruhi pandangan manajer Korsel lain terhadap pekerjaan di Indonesia di masa depan," ujarnya.
Baca juga: Video Viral Wasit Beri Kartu Merah saat Indonesia vs Bahrain Bukan untuk STY, Media Vietnam Keliru
Media Korea Selatan Ikut Soroti Pemecatan STY
Media Korea Selatan menyoroti pengumuman pelatih baru yang hanya dalam waktu 51 jam setelah Shin Tae-yong dipecat.
Ini karena PSSI mengumumkan Patrick Kluivert jadi pelatih baru Timnas Indonesia pada Rabu (8/1/2025) siang WIB.
"Pelatih Timnas Indonesia berganti pelatih hanya dalam waktu 51 jam. Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) yang tiba-tiba memecat pelatih Shin Tae-yong (54), mendatangkan Patrick Kluivert (48, Belanda)," tulis ISPlus, Kamis (9/1/2025).
PSSI telah mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih anyar Timnas Inbdonesia dan juru taktik asal Belanda tersebut di kontrak hingga 2027 dengan opsi perpanjangan.
Setelah pengumuman tersebut media Korea Selatan ini menuliskan analisanya dan menyebut seperti penunjukkan pelatih baru yang diputuskan dengan cepat ini seperti sudah direncanakan lama.
Bahkan mereka mengatakan bahwa tak mungkin federasi bisa menunjuk pelatih hanya dalam selang waktu beberapa hari saja.
Media Korea Selatan ini menyebut bahwa biasanya penunjukkan pelatih untuk tim nasional ini tak akan buru-buru.
Pasalnya, setiap negara pasti akan melakukan seleksi ke beberapa pelatih dan nantinya akan dicari yang tepat dan sesuai.
Namun, ini tak berlaku di PSSI karena setelah pemecatan Shin Tae-yong, hanya selisih 51 jam saja langsung ada pengumuman resmi pelatih baru.
Untuk itu, media Korea Selatan ini menilai bahwa pemecatan Shin Tae-yong merupakan skenario yang sudah ditulis sebelumnya.
"Tampaknya, hal itu tidak akan bisa dihindari karena kritikan bahwa itu adalah skenario yang sudah ditulis sebelumnya," tulis ISPlus.
"PSSI menunjuk Kluivert hanya berselang dua hari setelah mengumumkan pemecatan pelatih Shin Tae-yong pada tanggal 6."
"Waktu pengumuman pemecatan dan pengangkatan di situs resmi hanya berselisih 51 jam."
"Biasanya, pemilihan pelatih untuk memimpin timnas melibatkan seleksi kandidat, wawancara, pemilihan kandidat yang tepat, hingga negosiasi. Karena bisa memengaruhi naik turunnya sepak bola suatu negara, semua proses dilakukan dengan sangat hati-hati."
Mereka juga menyoroti pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang berbicara bahwa mereka menilai butuh pelatih yang lebih bisa menjalankan strategi yang disepakati para pemain.
Selain itu, juga menyoroti soal komunikasi dan program yang lebih baik buat keseluruhan Timnas Indonesia.
Untuk itu, dengan menatangkan pelatih asal belanda, Patrick Kluivert dinilai akan relatif lebih mudah mengajak pemain berbicara karena saat ini Timnas Indonesia banyak dihuni pemain naturalisasi keturunan Indonesia-Belanda.
Walaupun mereka menyebut bahwa tidak terlihat ada keretakan antara PSSI dan Shin Tae-yong.
Namun, mereka menyebut PSSI dan Erick Thohir telah menusuk Shin Tae-yong karena melakukan pemecatan secara mendadak.
"Tidak ada tanda-tanda keretakan hubungan. Di Korea, reaksi yang muncul adalah PSSI dan Presiden Thohir telah menusuk kepala pelatih Shin Tae-yong," tulis ISPlus.(*)
(BolaSport.com)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.