Berita Kendari

10 Rumah Sakit dan 15 Puskesmas di Kota Kendari Sulawesi Tenggara Bakal Ikuti Simulasi Aman Bencana

Sebanyak 10 rumah sakit dan 15 puskesmas di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengikuti Simulasi Aman Bencana.

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)
Sebanyak 10 rumah sakit dan 15 puskesmas di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengikuti Simulasi Aman Bencana. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 10 rumah sakit dan 15 puskesmas di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengikuti Simulasi Aman Bencana.

Simulasi ini untuk memastikan setiap rumah sakit dan puskesmas siap siaga apabila terjadi bencana.

Ada delapan jenis bencana alam yang potensial terjadi di Kota Kendari berdasarkan dokumen kajian kerjasama kampus.

Delapan jenis tersebut antara lain banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gempa bumi, tsunami, dan banjir rob.

Pelaksana Kepala BPBD Kota Kendari, Fadlil Suparman mengatakan, potensi kerawanan bencana di tiap wilayah Kota Kendari sudah diuraikan.

"Misal di Kendari Barat rawan longsor dan kekeringan, kalau di wilayah datar itu biasanya banjir," katanya, Senin (5/11/2024).

"Di setiap kelurahan dan kecamatan itu sudah ada pembagiannya potensi bencana berdasarkan kajian tadi," tambahnya.

Baca juga: BMKG Sultra Deteksi 30 Titik Panas di Sulawesi Tenggara, Waspada Bencana Hidrometeorologi Kering

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mencoba mewujudkan rumah sakit dam puskesmas yang aman bencana.

"Meskipun indeks pertahanan daerah tertinggi di Sultra, namun jika dibandingkan dengan rencana strategis BPBD Kota Kendari belum tercapai," ucap dia.

Ada tiga langkah yang dilakukan untuk menjadikan seluruh rumah sakit dan puskesmas aman bencana.

Pertama, mensosialisasikan agenda tersebut kepada pihak terkait terutama pada rumah sakit dan puskesmas.

Kedua, melakukan simulasi di 10 rumah sakit dan 15 puskesmas yang rencananya dimulai tanggal 11 November 2024.

"Jenis simulasinya tergantung rumah sakitnya, kalau potensial rawan banjir berarti simulasi banjir, sampai dengan kebakaran dengan bekerjasama dengan Damkar," ucapnya.

Terakhir, mendampingi pihak rumah sakit dan puskesmas dalam menyusun pedoman penanggulangan bencana.

Fadlil juga menyebut, pihaknya akan memastikan rumah sakit dan puskesmas memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul.

Dia berharap, 10 rumah sakit dan 15 puskesmas Kota Kendari yang menjadi sasaran Aman Bencana ini siap siaga ketika terjadi bencana.

"InsyaAllah kita akan beri pemahaman itu menyiapkan segala sesuatunya terkait kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved